Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Apresiasi TMP yang Menggelar Kirab Kebangsaan

81
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Nurhayati mengapresiasi Taruna Merah Putih (TMP) yang kembali menggelar Kirab Kebangsaan. Kali ini, Kirab Kebangsaan dilaksanakan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu, (14/5/2017)

Kirab kebangsaan ini sesuai dengan rilis yang diterima Tribun, berlangsung sangat meriah. Sekitar 10.000 berjalan kaki sekitar 2,5 KM dari Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor menuju Stadion Pakansari Bogor. Acara ini dimeriahkan dengan ragam penampilan dan ragam tarian Nusantara, mulai dari tarian Papua, Silat Sunda hingga Barongsai. Acara ini juga disertai dengan melukis warna-warni ke-Indonesia serta menampilkan produk UKM dan kuliner di Bogor.

Acara ini didukung oleh berbegai organisasi masyarakat di Bogor sebagai wujud persatuan dan kesatuan. Di antara elemen itu adalah GP Ansor, Basolia, Pemuda Pelopor, Karang Taruna, IPPNU, IPNU, BNNK, GMNI, Gema MA, PMKRI, KNPI, PSM, FP4GN, Damas, PMII, PIK-R, POBI, Sepmi, Isarah, FKPB, FPK, Purna-Paskibra, Ikapaskab, FKOKB, BKC dan Gerakan Pramuka.

Kirab Kebangsaan ini diapresiasi oleh banyak pihak. Termasuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Nurhayati. Menurut Ridwan Kamil, saat ini, ada semacam upaya yang mau memecahbelah bangsa. Bila dibiakan, bukan mustahil atau tak tertutup kemungkinanpersatuan bangsa yang selama ini telah terbangun dengan indah akan terkoyak.

Dalam konteks inilah, Ridwan pun memuji posisi dan peran TMP di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait. Dengan Kirab Kebangsaan, TMP melakukan langkah yang cerdas dan kreatif untuk menyentuh hati masyarakat akar rumput. Karena masyarakatlah merupakan modal utama untuk menjaga NKRI.

“Bagi saya, TMP merupakan organisasi pemuda yang paling luar biasa yang ada di Indonesia. Maka itu, saya selalu menghadiri kirab budaya yang dilakukan TMP. Karena ini benar-benar menyentuh masyarakat. Ini bisa menjadi sarana dan alat untuk menyampaikan pesan-pesan persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Emil.

Emil mengatakan bahwa langkah untuk menjaga NKRI dan Keberagaman telah ia lakukan. Yakni dengan memperlakukan yang sama bagi masyarakat Kota Bandung meskipun berbeda agama dan suku.

“Yang mayoritas kita fasilitasi dan yang minoritas kita lindungi. Ini komitmen kami menjaga NKRI dan keberagaman di Indonesia,” ungkap Emil.

Sementara Bupati Bogor Nurhayati mengatakan bahwa TMP di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait. TMP merupakan salah satu organisasi yang sangat komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. TMP juga merupakan organisasi pemuda yang dikenal solid, sebagaimana yang ada di Kabupaten Bogor yang dipimpin Egi Gunadhi Wibhawa.

“TMP sekarang bisa mengumpulkan 26 organisasi pemuda dan elemen masyarakat lain dalam rangka menjaga Pancasila. Ini sangat luar biasa sekali ya. Artinya, merupakan bentuk komitmen yang sama untuk menjaga NKRI, Pancasila, untuk mengakui bahwa kebhinnekaan ini adalah  memang harus kita syukuri. Ingat, kebersamaan ini adalah sumber kekuatan kita bersama,” ungkap Nurhayati.

Menurut Nurhayati, ada tiga persoalan di daerah, termasuk di Indonesia secara umum. Yaitu masalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan pengangguran. Ketiga persoalan ini akan bisa diatasi apabila semua elemen bangsa bersatu dalam kebersamaan.

“Ini masaah kita. Maka semua suku, agama, ras, etnis yang ada alam bingkai NKRI harus bersama-sama mengatasi persoalan ini,” ungkapnya.

 Sementara Maruarar mengatakan bahwa sudah sejak lama Taruna Merah Putih (TMP) mencium potensi intoleransi dan radikalisme yang mulai mencuat ke permukaaan. Tentu saja hal ini meresahkan masyarakat Indonesia yang berdiri di atas Pancasila dan Kebhinekaan.

Karena itu pula, sejak setahun lalu TMP menggelar Kirab Budaya dan Kirab Kebangsaan yang berkelanjutan dari kota ke kota. Kirab yang sudah dilakukan di Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Semarang, Subang, Karawang, Bekasi dan bahkan di Jakarta sebagai ibokota negara ini bertujuan untuk menjaga Pancasila dan merawat Kebhinnekaan dari ragam ancaman yang mulai merongrong.

“Kita sudah menyadari potensi intoleransi itu, makanya kita bertindak dengan menggelar kirab budaya dan kirab kebangsaan. Kita harus bertindak. Kita tak boleh diam. Kita harus berani mengatakan dengan tegas bahwa kita adalah para Pancasialis sejati. Para Pancasilis sejati harus tampil ke depan menjaga Pancasila dengan segala resiko. Sebab Pancasia adalah landasan kita dalam bernegara dan berbangsa,” tegas Maruarar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here