Hadang Rombongan Napak Tilas, Rancamaya Terkesan Anti Budaya Sunda

165
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kitab Napak tilas Prabu Siliwangi berhasil dilaksanakan di Asrama Zeni Lawang Gintung, Bogor.

Berkat dukungan dari semua lapisan masyarakat bogor yang tergabung dari beberapa komunitas Budaya Sunda, Aparat TNI dan Polri, Acara Napak Tilas tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Namun sempat terjadi penghadangan oleh pihak keamanan Rancamaya kepada rombongan napak tilas sesaat hampir tibanya di lokasi tujuan akhir.

Namun setelah mediasi dilakukan oleh kedua belah pihak, ritual budaya hanya mendapat ijin di gerbang perumahan Rancamaya yang letak nya masih 400m dari tempat yg di yakini tempat ngahiyang/ moksa/ tempat meditasi para raja pajajaran Rancamaya oleh Budayawan Sunda dengan di kawal ketat oleh puluhan keamanan dari pihak pengembang.

“Kami hanya karyawan hanya sekedar melaksanakan tugas, harap para budayawan dan para pupuhu mengerti “tutur seorang petugas keamanan rancamaya.

Dengan adanya kejadian tersebut tentunya membuat luka yang mendalam di hati warga Bogor khususnya suku Sunda dan terkesan Management Rancamaya Anti Budaya Sunda.

Nampak jelas kekecewaan terlihat dari mimik raut wajah budayawan yang ikut menghadiri acara tersebut.

Ki Atma Wirya salah satu pupuhu dan ketua umum BBRP yg turut hadir dan merasa kecewa terhadap keputusan dari pihak managent.

“Kuring tos mohon ijin make cara nu hade, ieu acara Budaya lain rek nanon,
tapi kuring kucewa kana putusan ti pihak managemant, rek nganggap naon ka urang bogor kuring asli katurunan urang bogor jeung kuring apal kana sejarah eta bukit badigul. Ulah nyieun masalah jeung kami,lamun bahasa hade teu bisa sok ku kami bakal di ungkit jeung di tuntut nepi kamana ge” tuturnya dengan nada kesal.

(Kita sudah minta izin dengan baik baik. ini cara budaya, tidak ada niat apa apa. tapi saya kecewa dengan hasil keputusan dari pihak management, mau nganggap apa ke masyarakat bogor? saya asli Bogor, dan saya tau sejarah bukit Badigul. jangan buka masalah dengan kami warga bogor, kalau dengan cara baik gak bisa, silahkan. Kami akan tuntut hak kami)

Padahal dari jauh hari sebelum acara tersebut diselenggarakan, panitia sudah melayangkan surat permohonan izin kepada management Rancamaya melalui kantor cabang yang ada di Bogor, dan dukungan pun langsung dari komandan Korem 061/Surya Kencana kolonel inf Mirza Agus yg di sampaikan melalui kasi Intel mayor Asep Agar acara Budaya tersebut terlaksana dgn tertib.

Saat dikonfirmasi oleh Bambang, panitia penyelenggara terkait pelakasanaan, Kasi intel mayor Asep mengatakan, “kami dukung sepenuhnya agar rencana ini bisa lancar dan tertib bahkan nanti saya akan mencoba bantu kordinasi dgn pihak management, toh ini acara warga Bogor”.

Namun tidak satupun pihak pemerintahan kota baik dari dinas Pariwisata dan budaya yg menghadiri acara tersebut. padahal acara tersebut adalah acaranya masarakat Bogor yang rata – rata adalah warga Bogor 80% orang asli sunda dan acara itupun di hadiri dari berbagai wilayah di luar kota Bogor seperti Bandung, Sukabumi,Sumedang ,Garut, Banten, Lebak,Jasinga dll yang di perkirakan 700 peserta yang menghadoro acara tersebut.

Ketua panitia Ki Bambang mengatakan, “peserta yg hadir bukan saja di daerah bogor tapi banyak juga yang dari kuar bogor. alhamdulillah acara ini dapat terlaksana walaupun sedikit di warnai kegaduhan yg di akibatkan penolakan dari pihak Rancamaya”. (her/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here