Ahok Divonis 2 Tahun Penjara

92
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis 2 tahun penjara. Dalam kasus penodaan Agama soal Surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungannya pada 27 September 2016 di Tempat Pelelangan Ikan Pulau Pramuka, Ahok dinyatakan terbukti bersalah.

Hakim Ketua Dwiarso Budi membacakan putusan sidang Ahok bahwa Ahok dinyatakan terbukti bersalah dalam tindak pidana penodaan Agama.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama” Ujar Hakim Dwiarso pada saat sidang di Kementan, Jl. RM Harsono Ragunan, Jakarta selatan (09/05).

Pada saat kunjungannya Ahok menyerukan kalimat, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa.”

Majelis Hakim mengatakan, Ucapan Ahok tersebut menganggap Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat.
“Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51,” ujarnya pada saat pertimbangan hukum.

Majelis hakim menyebut Ahok sengaja memasukkan kalimat terkait dengan pemilihan gubernur. Ahok dalam pernyataannya di hadapan warga menyinggung program budidaya ikan kerapu yang tetap berjalan meskipun ia tidak terpilih dalam pilkada.

“Dari ucapannya tersebut terdakwa jelas menyebut Surat Al-Maidah yang dikaitkan dengan kata ‘dibohongi’. Hal ini mengandung makna yang negatif. Bahwa terdakwa telah menilai dan mempunyai anggapan bahwa orang yang menyampaikan Surat Al-Maidah ayat 51 kepada umat atau masyarakat terkait pemilihan adalah bohong dan membohongi umat atau masyarakat, sehingga terdakwa sampai berpesan kepada masyarakat di Kepulauan Seribu dengan mengatakan jangan percaya sama orang, dan yang dimaksud yang adalah jelas orang yang menyampaikan Al-Maidah ayat 51,” sambung hakim dalam putusannya.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama. (de/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here