Pemilik Bus Maut Terancam Dipidana

70
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kementerian Perhubungan memastikan akan membuat laporan ke kepolisian terkait dua insiden kecelakaan bus pariwisata di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dua perusahaan itu adalah HS Transport dan Kitrans.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan laporan tersebut akan dilayangkan dalam waktu dekat.

“Kami dari Direktorat Angkutan dan Multi Moda, akan membuat pengaduan kepada pihak kepolisian untuk diproses tindak pidana,” kata Sugihardjo di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).

Menurut Sugihardjo, dua perusahaan pemilik bus maut tersebut tidak terdaftar di Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu, ia menganggap dua perusahaan itu patut diberi sanksi tegas.

“Sekarang kalau yang tidak terdaftar bagaimana, apa yang kita cabut? Kendaraannya tidak berizin, perusahaannya juga tidak terdaftar. Makanya jangan sampai, mereka yang beroperasi ilegal ini justru tidak mendapat sanksi yang berefek jera,” tegas Sugihardjo.

Seperti diketahui, kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Puncak, Megamendung, Bogor, pada Sabtu (22/4), dan melibatkan belasan kendaraan. Bus HS Transport yang menjadi pemicu kecelakaan ini diketahui tidak memiliki izin operasi. Peristiwa itu menyebabkan 4 orang tewas.

Seminggu berselang, tepatnya pada Minggu (30/4), terjadi kecelakaan yang melibatkan sejumlah kendaraan di Ciloto, Cianjur. Pemicu kecelakaan ini adalah rem blong bus pariwisata Kitrans dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia. (Elang)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here