Aksi Solidaritas, “Selamatkan Agraria Indonesia”

69
0
SHARE

‌BHARATANEWS.ID | BOGOR -.Hak rakyat atas tanah dijamin oleh undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang pokok agraria dan aturan pelaksanaannya menurut UU agraria meliputi Bumi Air dan udara, sehingga urusan pertahanan dan tata ruang tidak dapat dipisahkan.

‌penguasa tanah akan menentukan penataan ruang artinya, penentuan suatu proyek di daerah tertentu akan lebih mudah jika penguasa tanah di daerah tersebut kuat secara hukum.

‌Sekilas para petani Indonesia tempat menggantungkan Harapan pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla akan tanah Kurang lebih 3 juta hektar bagi para petani Indonesia, tapi lagi-lagi Petani Indonesia hanya bisa menggantungkan harapan saja.
banyak petani-petani kita malah mulai kehilangan mata pencaharian mereka sebagai petani, contoh kemarin di Majalengka para petani kita boleh digusur dengan alasan pemerintah untuk bangunnya Bandara Internasional Jawa Barat, dan baru-baru ini kembali lagi petani kita yang menjadi korban, yaitu petani di daerah Pati tepatnya di Gunung Kendeng yang akan dibangun pabrik semen, hutan-hutan kita mulai digunduli dan dibakar dan Banyak permasalahan agraria-agraria yang semakin terkikis oleh tangan orang-orang yang berkepentingan tanpa melihat keberlangsungan para petani-petani kita.
Sudah menjadi rahasia umum kita tahu bahwa bapak Jokowi ketika berkampanye pemilihan presiden lalu ia ingin negeri ini Berdikari dan berdaulat pangan, tapi apakah janji itu akan terwujud jika lahan petani-petani kita saja semakin menyempit dan sumber mata air pertanian hilang?

‌kami sebagai pergerakan mahasiswa Islam Indonesia atau PMII komisariat Universitas Ibnu Khaldun cabang kota Bogor
mengutuk keras atas ketidak berpihakan nya pemerintah kepada rakyat kecil dan para petani-petani dinegeri ini, juga kami menuntut keras agar pemerintahan mencabut proyek perizinan operasi perusahaan-perusahaan yang merusak alam dan menyusahkan para petani seperti gunung di kandaga, Gunung Kendeng dan lahan-lahan pertanian lainnya.

‌petani adalah penolong bangsa, hutan adalah paru-paru dunia, tapi kenyataannya hari ini lahan petani yang terus tergerus hutan yang digunduli terus menurus dan ini gagalnya nawacita Jokowi dan Jusuf Kalla yang hanya janji semata. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here