Bentrok Angkot Dan Ojek Online Di Terminal Laladon, 3 Angkot Rusak

160
SHARE

Kompol Tri Suhartono : “Bentrok Angkot Dan Ojek Online Di Laladon Akibat Informasi Yang Simpang Siur”

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kepala Bagian Operasi Polresta Bogor Kota, Kompol Tri Suhartanto menyebutkan bentrok yang terjadi antara angkot dan ojek online di Terminal Laladon, Rabu (22/3) dikarenakan informasi yang simpang siur atau berita “hoax” yang beredar di antara kedua belah pihak.

“Kejadian berawal dari informasi, katanya ada swepping ojek online, sehingga memicu para pengendara ojek online bergerak. Isunya lagi ada penyerangan balasan karena aksi kecelakaan, padahal semua tidak benar,” ujar Tri kepada awak media.

Bentrok antara sopir angkot dan ojek online di Terminal Laladon terjadi sekitar pukul  15.00 WIB. Massa ojek online yang datang dari arah Dramaga melintas di depan Terminal Laladon, terjadi aksi lempar-lemparan dan pengerusakan sejumlah unit angkot.

Keributan berlangsung hampir selama satu jam, hingga menutup akses jalan dari Dramaga menuju Laladon, maupun sebaliknya dari Sindang Barang menuju Dramaga. Pecahan kaca dan material batu berserakan di jalanan.

Tercatat tiga unit angkot dirusak oleh masa ojek online yang melakukan penyerangan kepada angkot yang sedang parkir di depan Terminal Laladon. Pengerusakan dilakukan dengan cara melempar batu dan memukul kaca mobil menggunakan kayu.

Menurut Tri lokasi kericuhan terjadi di wilayah perbatasan antara teritorial Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Sehingga aparat yang bergerak berasal dari jajaran Polresta Bogor Kota dan Polres Kabupaten.

“Kami mengimbau masyarakat baik itu sopir angkot dan juga transportasi online untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu serta informasi yang berkembang tanpa dikonfirmasi,” katanya. (akt/jat)