Agus : “Kusta Bisa Disembuhkan, Bukan Penyakit Kutukan”

226
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Setelah mendengar kabar SY , gadis berumur 15 tahun yang terkena Kusta hingga stadium 4, dan 2 orang warga lainnya, warga Kp. Cisentul, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melakukan screening atau pemeriksaan dan penyuluhan penyakit Kusta di SD Cibodas 3.

Karena penyakit kusta atau lepra masih merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup besar, penyakit yang seharusnya tidak lagi jadi masalah tersebut, terus berjalan karena kurang pemahaman dari masyarakat sekitar.

Agus Fauzi Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menerangkan bahwa Siti sudah setahun terjangkit Kusta dan telah melakukan pengobatan, namun pengobatannya tidak dilanjutkan hingga sembuh.

“Sudah setahun yang lalu melakukan pengobatan, cuma kalau kusta kan lama pengobatannya, hingga 18 sampai 24 bulan. Udah melakukan pengobatan tapi tidak dilanjutkan”, tuturnya kepada bharatanews.

Menurutnya, SY belum memiliki BPJS, dan sekarang lagi diurus SKKM (Surat Keterangan Keluarga Miskin) untuk dirujuk kerumah sakit yang khusus menangani Kusta di Tangerang.

“Anak ini sudah disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit uanh khusus menangani kusta, tapi dia belum punya BPJS, makanya sekarang lagi diurus SKKM nya. Yang jelas, dia harus ada penanganan lebih lanjut”, ujarnya.

Baca Juga : Penyakit Kusta Serang Warga Desa Cibodas Kecamatan RumpinĀ 

Maka dari itu, Dinkes bersama Puskesmas langsung melakukan pemeriksaan dan penyuluhan kepada warga dan Kepala Desa Cibodas agar penyakit kusta tidak menyebar dan agar masyarakat tidak mendiskriminasi orang yang terkena Kusta. Karena Kusta bisa disembuhkan dan Kusta bukan penyakit kutukan.

“Kita telah berupaya, disamping pemeriksaan, kita juga memberikan penyuluhan yang mengatakan anak yang terkena Kusta agar tidak dikucilkan. Ini bukan Kutukan dan bisa disembuhkan. Jangan di diskriminasi, karna pasti dia dan keluarganya akan punya beban moral nantinya”, imbuhnya.

Agus juga memastikan, jika orang yang terjangkit kusta sedang dalam masa pengobatan, tidak akan terjadi penularan.

“Justru masyarakat yang sudah tahu ada teman atau tetangganya terkena kusta, jangan didiamkan atau dikucilkan, harus sesegera mungkin untuk diajak berobat”, ujarnya.

Tidak perlu malu atau takut berobat, karena Kusta akan sangat berbahaya jika tidak diobati. Baiknya, warga dan pemerintah setempat sesegera mungkin membantu dan melakukan penanganan jika ada warga yang terkena Kusta, agar Kusta tidak mewabah dan menularkannya kepada yang lain. Pemerintahpun sudah memberikan biaya gratis untuk pengobatan bagi warga yang terjangkit Kusta. (jat)