Debt Collector Bagai Begal Jalanan Di Siang Bolong

407
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Walaupun sudah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang melarang keras untik mengambil kendaraan secara paksa dijalanan maupun didalam rumah, namun masih saja ada Debt Collector yang berani memberhentikan kendaraan nasabah dijalanan lalu mengambil paksa kendaraan tersebut layaknya seorang ‘Begal’ jalanan di siang bolong.

Seperti yang dialami oleh warga berinisial AH dan anaknya yang diberhentikan kendaraannya oleh orang yang mengaku sebagai Debt Collector Leasing pada hari Rabu, (08/03) di Jl. Raya Bogor.

AH di berentikan secara paksa oleh seorang Debt Collector, kemudian disusul oleh sekelompok temannya. Saat itu, AH sedang melintas dan baru saja keluar dari jalan alternatif Yon Bekang Cibinong Kabupaten Bogor.

Sempat terjadi adu mulut antara Nasabah dan Debt Collector. AH dan anaknya mengaku mendapat tekanan dari pihak Debt Collector dan atasannya melalui telepon selular pada saat AH berada dikantor Leasing.

“Mereka hampir 10 orang dan Sampai kantor leasing kita cuma ketemu sama 1 orang dan bagian lapangan ngakunya, dan cuma di kasih rincian tagihan dan no kontrak. mana fidusianya? trus mana kepala cabangnya,katanya ada?? kita konsumen cuma di bodohi”, tuturnya kepada bharatanews.

AH dan anaknya meminta hak sebagai nasabah untuk mendapatkan perlindungan Fidusia kepada Debt Collector tersebut di ke depankan, dan mengajukan untuk bertemu dengan pimpinan Leasing.

“Saya bilang ke Debt Collectornya saya mau ketemu Kepala Cabang untuk meminta surat Fidusia dari leasing. Tapi Debt Collector itu malah ngotot dan nantang saya untuk kekantor buat nunjukin surat fidusia nya”, tutur anak AH.

“Dia itu Debt Collector atau Begal? jujur saya kecewa karna saya harus adu mulut dan dipermalukan didepan publik karna saya diberhentikan dijalanan”, tambahnya.

Meninjau dari permasalahan tersebut, pihak leasing memang tidak seharusnya mengambil kendaraan nasabah secara paksa, tapi hal tersebut akan diselesaikan secara hukum.

Menanggapi hal itu, AKBP Andi Moch Dicky menegaskan, bagi leasing yang bekerjasama dengan Debt Collector tanpa memiliki sertifikat Fidusia, untuk mengambil kendaraan yang telat membayar kredit dengan cara merampas sangat tidak benar.

“Jadi jika ada leasing bekerjasama dengan Debt Collector mengambil atau merampas kendaraan dengan tidak memiliki sertifikat Fidusia, akan mendapatkan hukuman yang kompleks dan beresiko bagi pihak leasingnys maupun Debt Collectornya”. tegasnya

Kapolres menambahkan, untuk Debt Collector sendiri akan dikenakan pasal 368 KUHP yaitu Tindak pidana merampas dengan ancaman hukuman 9 tahun dan dikenakan pasal 365 KUHP yaitu tindak pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Kemudian akan dikenakan juga pasal 335 KUHP yaitu memaksa seseorang untuk melakukan dengan ancamanan hukuman 1 tahun.

AH berharap pihak Kepolisian dapat lebih tegas kepada Debt Collector dan menegaskan Undang – Undang Fidusia.

“Saya hanya berharap pihak Kepolisian agar dapat lebih tegas kepada para Debt Collector dan leasing sehingga pihak leasing juga gak seenaknya nyuruh Debt Collector buat ambil kendaraan di jalan”, pungkasnya. (put/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here