Ulama Bogor: Jangan Pilih Pemimpin Dzolim

64
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Sebanyak 36 desa dari 26 Kecamatan di Kabupaten Bogor melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak dengan menggunakan sistem elecktronic voting (e-voting) pada Minggu 12 Maret 2017 alias hari ini. Tapi siapa sangka dibalik pesta demokrasi untuk memilih calon kepala desa yang amanah serta mampu membawa perubahan kearah lebih baik di desa masing-masing itu, terselip cerita memilukan yang tidak sepatutnya terjadi. Sebut saja Salim, lelaki renta berusia 70 tahun warga Kampung Pasir Kuda RT03/04 Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, diancam akan dibunuh lalu diusir oleh anak kandungnya sendiri berinisial DH lantaran tidak mendukung pencalonan istrinya dalam Pilkades di desa tersebut.

Belakangan diketahui, DH merupakan suami BH, salah satu kandidat calon kepala desa yang kembali maju sebagai calon kepala desa untuk mempertahankan kursi kekuasaan sebagai kandidat petahana.

” Dia (Salim, red) diancam lalu diusir karena tidak mendukung pencalonan kembali istrinya DH dan malah ikut kampanye calon kades lain,” ujar salah seorang warga yang namanya enggan disebutkan, Sabtu (11/03/2017).

Saat ditemui di sebuah mushala, Salim hanya terdiam dengan raut wajah sedih. Meski telah mendapat perlakuan kasar, ia mengaku akan memaafkan perbuatan anak kandungannya itu meskipun tidak mendukung pencalonan menantunya dalam pertarungan pilkades. ” Mungkin dia khilaf, dan akan saya maafkan karena biar bagaimanapun tetap anak saya,” ucapnya seraya meneteskan air mata.

Kejadian itu pun langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan. Bahkan, Pemimpin pondok pesantren (ponpes) At Tafikurahmah KH Djueani menilai perbuatan DH terhadap orangtua kandungnya itu sudah diambang batas kewajaran. Ia pun menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang di desanya dilaksanakan Pilkades untuk tidak memilih pemimpin yang dzolim.

” Apapun alasannya, perbuatan itu tidak dibenarkan. Jangan memilih pemimpin yang dzolim karena akan membawa sebuah kehancuran,” kata dia.

Hingga saat ini, DH maupun BH sulit ditemui ketika hendak dikonfirmasi terkait kejadian itu. Sementara itu, menjelang pelaksanaan pencoblosan Pilkades kondisi di beberapa desa di Kabupaten Bogor yang ikut melaksanakan pilkades serentak terpantau sepi lantaran memasuki masa tenang. Meski begitu, beberapa orang timses kades mengaku tengah bergerilya untuk mencari dukungan warga agar jagoannya bisa tampil sebagai pemenang.

” Kami terus meyakinkan warga bahwa kandidat atau jagoan Calon kepala desa yang diusung adalah yang terbaik untuk memimpin desa ini,” tandas Suryana, anggota timses calon kepala desa nomor urut 3 di Desa Wates Jaya. (rif/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here