Perusahaan Ternak Di Desa Cibodas Kecamatan Rumpin Diduga Membuang Limbah Ternak Ke Sungai, Pejabat Setempat Diam Saja?

136
0
SHARE

.

 

“Sekcam : Bukannya kita tidak mau melakukan penanganan, kita mau masuk kedalam lokasi peternakannya saja susah”

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Warga di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor mengeluhkan limbah peternakan dari beberapa PT. Peternakan yang berada di wilayah Desa Cibodas. Salah satunya adalah PT. Karya Anugerah Rumpin (KAR) yang diduga telah membuang limbah sapi ke bantaran Sungai Citempuhan. Akibatnya,  Limbah yang dibuang ke sungai tersebut sangat mengganggu aktifitas warga setempat yang menyebabkan bau dengan aroma yang sangat tidak sedap. Dari setiap air sungai yang bercampur dengan limbah, terlihat lebih keruh berwarna kuning kecoklatan.

Selain diduga membuang limbah ke sungai, ditemukan juga puluhan karung berisi kotoran ternak sapi yang dibuang dibantaran sungai dibawah PT. KAR. Hal tersebut sudah jelas termasuk dalam pencemaran lingkungan yang mana air sungai tersebut masih digunakan oleh warga sekitar.

Siten, warga Kampung sekitar menuturkan bahwa air sungai Citempuhan tersebut masih ada warga yang menggunakannya untuk mencuci baju dan mandi dikala musim kemarau dan kekurangan air bersih.

“Kita masih pake air dari sungai kalau air bersihnya mulai kering di musim kemarau. Kita juga sudah tau kalau aliran sungai itu sudah tercampur dengan limbah dari peternakan. Tapi mau gimana lagi, kita juga butuh air. Paling setiap menggunakan air sungai itu, kita kerasa gatel, mual gara – gara airnya yang bau”, tuturnya.

Selain itu RN masih warga sekitar, mengatakan perusahaan ternak tersebut membuang limbah pada saat malam menjelang subuh dan disaat hujan turun dibuang dengan kapasitas besar.

“Saya pernah ngeliat langsung mereka membuang limbahnya malam hari, atau juga pas lagi hujan gede”, tuturnya.

Banyak masyarakat yang merasa dirugikan akibat tercemarnya air sungai Citempuhan, warga hanya bisa mengeluh tanpa adanya solusi dari permasalahan tersebut. Warga seakan diam memendam penderitaan yang panjang akibat tercemarnya air sungai tersebut.

Sekretaris Camat mengaku kebingungan dalam menangani PT. KAR yang diduga telah membuang limbah sapi ke sungai. Karena pihak Kecamatan sendiri sulit untuk memasuki area peternakan PT. KAR.

“Sampai saat ini kita bertemu dengan pihak PT itu sangat susah. Jangankan ketemu bosnya, ketemu anak buahnya aja susah”, ungkapnya.

Selain itu dirinya mengatakan hingga sekarang belum ada tindakan dari pihak kecamatan, Karena hal tersebut diluar batas kewenangan pihak Kecamatan.

“Selain karena untuk penindakan itu diluar kewenangan Kecamatan, sampai sekarang juga belum ada laporan dari warga mengenai pembuangan limbah tersebut, tapi kalau di tahun sebelumnya ada laporan, saya tidak tahu. Jadi kita tidak bisa berbuat apa – apa”, tuturnya.

“Bukannya kita tidak mau melakukan penanganan, kita mau masuk kedalam lokasi peternakannya saja susah, ditambah Kecamatan hanya fasilitator, banyak kewenangan yang hanya bisa diatasi oleh pemerintah di atas.”, tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Desa Cibodas, Ida. Dirinya mengatakan kesulitan untuk menangani permasalahan pencemaran lingkungan tersebut.

“Kita juga bingung, soalnya PT. KAR bener – bener tidak dekat dengan Desa, kalau ada acara disana saja, Desa lain diundang, kita tuan rumah tidak diundang”, ujarnya.

Pernyataan Sekdes dan Sekcam tersebut membuat pertanyaan kepada sejumlah warga yang mendengarnya. Pasalnya PT. KAR tersebut berdiri di wilayah kekuasaan Desa Cibodas dan Kecamatan Rumpin. Tetapi Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat tidak bisa menindak ataupun memberikan teguran kepada PT. KAR yang diduga telah mencemari lingkungan dan membahayakan banyak warga yang menggunakan air sungai tersebut.

Padahal dalam peraturan Bupati Bogor nomor 26 tahun 2009 tentang pelimpahan kewenangan penyelenggaraan sebagian urusan pemerintahan kepada Camat terdapat perintah didalam Bidang Lingkungan hidup dan Sub Bidang Peternakan dan Perikanan yang mengatakan :

Melihat dari isi pelimpahan kewenangan diatas, terdapat beberapa poin yang menyebutkan bahwa sebenarnya pihak Kecamatan memiliki kewenangan untuk melindungi dan memberikan pengawasan terhadap pencemaran lingkungan.

Dan juga seharusnya permasalahan tersebut harus segera diselesaikan agar para perusahaan ternak yang berada di wilayah Desa Cibodas Kecamatan Rumpin lebih mengutamakan kesehatan lingkungan dan warga dan tidak ada lagi pencemaran lingkungan yang mengakibatkan efek negatif terhadap warga dan lingkungan.

Saat hendak mengkonfiramasikannya untuk meminta keterangan terkait limbah sapi tersebut kepada pihak PT. KAR, reporter bharatanews tidak diperkenankan masuk oleh penjaga keamanan ke dalam lokasi Peternak. (her/ry/jat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here