Tidak Etis, Presiden Jokowi Ajak Semobil Terdakwa Ahok

8457
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA –  Kalangan DPR menuding tidak etis langkah Presiden Jokowi yang mengajak Ahok  (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) satu mobil RI 1 saat keduanya selesai meninjau proyek Simpang Susun Semanggi. Sebab, Ahok kini terdakwa, dan juga DPR sedang memproses hak Angket ‘Ahokgate’.

“Kalau betul Pak Jokowi mengajak Ahok satu mobil meninjau proyek MRT Jakarta, ini kurang etis karena yang di sampingnya itu seorang terdakwa penistaan agama,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, di DPR, Jumat (24/02/2017).

Untuk diketahui saat keduanya selesai meninjau proyek Simpang Susun Semanggi, Jokowi mengajak Ahok bareng naik RI 1 untuk selanjutnya meninjau  ke pembangunan proyek terowongan Angkutan Cepat Terpadu (Mass Rapid Transit/ MRT)  di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Menurut Fahri, selain kurang etis,  sikap Presiden Jokowi  mengajak seorang terdakwa satu mobil sekaligus tidak menghargai yudikatif. “Itu tidak menghargai yudikatif dan hukum serta tidak pula bersikap adil terhadap calon gubernur DKI yang lolos pada putaran kedua nanti,” tegasnya.

Oleh karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mempertanyakan, siapa sebetulnya yang membisikan agar Ahok diajak satu mobil dengan Jokowi.

“Saya bertanya, siapa sebetulnya yang nasihati Presiden sebab peristiwa tersebut telah melukai integritas lembaga kepresidenan,” ujar wakil rakyat dari daerah Nusa Tenggara Barat itu.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan bahwa usia Pemerintahan Jokowi hanya tersisa sekitar 700 hari lagi. “Sisa waktu ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi untuk menjaga rasa keadilan Presiden dihadapan kelompok masyarakat,” tandasnya.(Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here