Claudio Ranieri Dipecat, Seluruh Kota Leicester ‘Berduka’

67
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | INGGRIS – Pemecatan Clauido Ranieri dari posisinya sebagai manajer klub sepak bola Leicester City membuat kota ini seperti ‘dirundung duka yang mendalam’.

“Rasanya seperti ada kesedihan di seluruh kota, banyak yang merasa kehilangan seorang paman terbaik,” kata Jason Bourne, wartawan BBC Radio Leicester.

“Claudio Ranieri berhasil mewujudkan mimpi pendukung dengan mengantarkan klub menjuarai Liga Primer musim lalu. Musim kali ini situasinya berbeda, kinerja pemain tak sebaik yang diharapkan, dan pemain-pemain baru belum tampil bagus.”

“Di bawah kepemimpinan Ranieri mungkin tim akan mengalami degradasi, semoga saja harapan saya ini keliru,” katanya.

Sejak berita pemecatan Ranieri tersiar di Inggris pada Kamis (24/02) malam, banyak yang sedih dan menyayangkan keputusan manajemen, salah satunya disuarakan oleh bintang Inggris yang juga pendukung setia klub ini, Gary Lineker.

“Memecatnya sekarang ini tak bisa dipahami dan tak termaafkan. Sangat sedih,” tulis Lineker di Twitter.

Pernyataan ini ia ulangi ketika diwawancarai BBC Radio 4, dengan mengatakan bahwa dirinya tak bisa memendam kekecewaan.

“Ini duka untuk Claudio, untuk sepak bola, dan untuk klub saya,” kata Lineker.

Lieneker bukan nama asing bagi Leicester, ia bermain tujuh musim untuk klub ini. Ia berpendapat, pemecatan Ranieri adalah bagian dari sepak bola modern.

“Apa yang terjadi musim lalu sungguh luar biasa … pemilik (klub) kurang punya rasa berterima kasih. Musim lalu akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kami (pendukung Leicester).”

“Manajemen tak bisa menyimpulkan bahwa ia (Ranieri) tak layak menjadi manajer setelah musim lalu ia mengantarkan tim meraih predikat juara Liga Primer. Bagi saya, pencapaian musim lalu adalah keajaiban terbesar dalam olahraga,” kata Lineker.

Leicester memulai musim 2015-2016 sebagai tim pinggiran setelah harus berjuang keras untuk lolos dari zona degradasi satu musim sebelumnya. Peluang bagi Leicester untuk juara adalah 5000:1 tapi di di bawah arahan Ranieri tim ini membalikkan keadaan dan keluar sebagai juara di liga utama Inggris.

Pemilik Leicester, pengusaha dari Thailand Vichai Srivaddhanaprabha meminta semua pihak untuk menghormati keputusannya memecat Ranieri.

“Kami sudah melakukan yang terbaik, masalahnya tak cuma satu, mungkin ada sejuta hal yang bisa kita lakukan agar klub bertahan. Hormati keputusan saya,” kata Srivaddhanaprabha. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here