Diskop dan UKM Harus Awasi Ketat Koperasi Untuk Cegah Investasi Ilegal

55
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Dinas Koperasi dan UKM harus mengawasi ketat operasional koperasi di daerahnya untuk mencegah praktik pengumpulan dana masyarakat secara ilegal. Sebab kasus investasi ilegal berkedok koperasi banyak terjadi di daerah.

“Seperti kasus Koperasi Langit Biru, Sukabumi dan KSP Pandawa di Depok. Itu sebabnya peran Dinas Koperasi dan UKM sangat penting dalam pengawasan,” kata Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam Lumban Tobing, saat rapat koordinasi terbatas bidang Koperasi dan UKM, Rabu (22/2/2017).

Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM merupakan anggota Satgas Waspada Investasi yang juga berperan melakukan pengawasan. Kalau pengawasan di daerah kuat dapat dicegah dan segera diidentifikasi koperasi yang melakukan praktik investasi ilegal.

Ia mengaku maraknya investasi ilegal disebabkan sebagian masyarakat cenderung ingin memperoleh uang dengan cepat dan mudah. Mereka mudah tergiur dengan iming-iming bunga investasi yang tinggi.

Kasus PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) di Cirebon misalnya. Perusahaan ini mendirikan koperasi simpan pinjam (KSP) dan pembiayaan syariah, menghimpun dana dari masyarakat melalui investasi emas dan tabungan dengan imbal hasil 5 persen/bulan.

Yang paling anyar, kasus KSP Pandawa Mandiri Group. Melalui Pandawa Group menghimpun dana masyarakat dengan bunga investasi 10 persen. Masyarakat dikelabui dengan iming-iming bunga tinggi.

“Masyarakat tak sadar bahwa koperasi tidak bisa menghimpun dana dari luar anggota. Sebab koperasi memiliki prinsip, dari anggota untuk anggota,” jelasnya.

Ia mengaku ada celah yang memungkinkan investasi ilegal berkembang. Selain pengawasan lemah, regulasi untuk KSP masih longgar. KSP secara operasional berperan seperti bank, menghimpun dana dan meminjamkannya kepada masyarakat.

Jadi, Tongam menegaskan prinsip pengelolaan KSP harus sama dengan bank yakni menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent). “Kemampuan pengurus koperasi harus dibenahi agar bisa mengelola koperasi secara prudent,” ujarnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here