Mengevakuasi Bayi Baru Lahir dari Genangan Banjir

39
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Baru melahirkan menjadi alasan Ny Reni, warga RW 04 kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur tetap bertahan di rumahnya. Meski ia tahu bahwa rumahnya sudah mulai dikepung banjir sejak Minggu.

“Saya nggak mau mengungsi karena membayangkan punya bayi dan tinggal di pengungsian tentu sangat repot,” ujarnya memberi alasan mengapa tidak segera mengungsi.

bayi-ibu

Tetapi kenekatan ibu muda tersebut harus berakhir saat ketinggian air banjir menenggelamkan seluruh lantai satu rumahnya. Ya, air setinggi 2,5 meter hanya menyisakan ruangan di lantai 2 rumah kecilnya.

“Mau bertahan bagaimana, air sudah setinggi itu, makanya pasrah saat dievakuasi,” lanjutnya.

Ia mengaku semula ingin tetap bertahan. Dengan harapan air banjir segera surut. Tetapi apa boleh buat, ternyata air banjir malah terus meninggi.

sisirwarga

Petugas sedang menyisir warga yang bertahan di rumah tergenang banjir

Saat keputusannya untuk mengungsi ada, ia sudah tidak memiliki keberanian menerjang air banjir. “Rumah saja tenggelam apalagi orang,” tambahnya.

Beruntung Tim Search and Rescue (SAR) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administras Jakarta Timur menemukannya. Ny Reni bersama bayinya yang baru berusia 1,5 bulan berhasil dievakuasi pada Selasa siang menjelang sore saat tim SAR Satpol PP menyisir RW 04.

Kordinator Lapangan (Korlap) Tim SAR Satpol PP Jakarta Timur Bambang Sulistyo mengatakan Ny Reni ditemukan bersama bayinya saat di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu.

“Kita terus berupaya menyelamatkan warga yang terjebak dalam bencana banjir akibat luapan Kali Sunter di Kelurahan Cipinang Melayu. Alhamdulillah, bersama tim dapat mengevakuasi bayi dengan ibunya yang terjebak banjir dan sekarang sudah berada di tempat pengungsian di Masjid Raya Universitas Borobudur,” katanya.

Bambang menjelaskan, sebelumya sudah diinformasikan bahwa seluruh warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu untuk mengungsi ke Masjid Raya Universitas Borobudur. Mengingat, selama dua hari ini hujan terus mengguyur wilayah Jabodetabek.

“Sudah diberikan informasi. Tetapi keluarganya ingin tetap bertahan. Nah setelah hujan terus-menerus dan ketinggian air semakin meningkat, akhirnya korban minta untuk dievakuasi ke pengungsian,” paparnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here