Kejaksaan Serahkan Harta Bandar Narkoba Rp 27 Miliar ke BNN

29
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Jaksa Agung M. Prasetyo menyerahkan sembilan barang rampasan senilai sekitar Rp27 miliar milik bandar narkoba Pony Tjandra kepada Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Komjen Budi Waseso.

Penyerahan dilakukan di rumah milik Pony, di Vila Mutiara, Jakarta Utara yang mewah yang orang tertentu bisa tinggal di sana. Aset lain, berupa mobil, tanah dan lain di Jabotabek turut diserahkan ke BNN.

“Semua ini diserahkan ke BNN, agar dapat dimanfaatkan untuk pemberantasan narkoba. Terdapat 9 jenis barang rampasan yang diserahkan. senilai Rp 27 miliar lebih,” kata Prasetyo, di Vila Pantai Mutiara, Jakarta, Senin (20/2).

Prasetyo berharap aset-aset ini akan menambah kinerja BNN dalam memberantas narkoba.

“Perampasan aset milik terpidana ini sudah berdasarkan ketentuan hukum yang ada (perkara sudah berkekuatan tetap). Penyerahan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 455/KM.6/2016,”jelasnya.

Pony Tjandra dihukum 20 tahun penjara terkait kepemilikan narkoba dan selama enam tahun dalam perkara tindak pidana pencucian uang. (TPPU).

SEMBILAN ASET

Aset-aset yang diserahkan, terdiri satu bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, milik terpidana Santi (istri Pony).

Lalu, sebidang tanah dan bangunan yang berlokasi di JI. Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sebidang tanah dan bangunan yang berlokasi di Jl. Bintara, Bekasi Barat, Bekasi.

Kemudian, tiga bidang tanah seluas 90.512 m2, di Blok Cibuluh, Desa Sukaharja, Sukamakmur Bogor, Jawa Barat, sebidang tanah seluas 35.000 m2, di Jalan Pangradin, Kampung Kandang Sapi, Desa Pangradin, Jasinga, Bogor.

Serta sebidang tanah seluas 10.000 m2, di Jalan Abdul Fatah, Kampung Poncol Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Terakhir, tiga kendaraan, berjenisFord Ecosport wama biru metalik dengan No. Pol B 1279 URO, Toyota Fortuner dengan No. Pol B 393 PS. dan Nissan X-Trail No. Pol B 199 STR.

BOS FREDDY

Kasus ini terungkap, Oktober 2014 hasil pengembangan kasus bandar narkoba Edy alias Safriady serta dua orang bandar lainnya, yakni Irsan alias Amir dan Ridwan alias Johan Erick.

Pony Tjandra dikenal sebagai bos besar terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman, yang sudah dieksekusi, 20016.

Dia mendekam di salah satu lembaga pemasyarakatan (LP) di, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Terungkap pula, selama di bui masih mendapat kucuran uang sebesar Rp 100 juta tiap bulan dari bisnis haram yang dijalankan. (PosKota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here