Di Pengadilan, Ahok Lompat Pagar

85
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Unsur kesengajaan sebagaimana diatur dalam pasal 156 a KUHP terpenuhi pada kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Sengaja atau tidak bisa dilihat dari bukti. Ada ucapan tidak hanya sekali. Ahli mendengar juga yang ada di kantor Gubernur DKI. Ada dua, termasuk di bukunya. Berarti dia sengaja menggunakan kalimat yang terkait Al Maidah ayat 51 itu,” ujar
Mudzakkir, saksi ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (21/2/2017).

muzzakir

Menurut Mudzakir, unsur kesengajaan sudah terbukti dilakukan terdakwa. Karena diusapkan lebih dari sekali dan kalimat itu diduga mengandung penistaan. Dengan status pendidikan dan jabatan publik yang disandang, terdakwa tidak seharusnya melakukan penodaan tersebut.

“Orangnya statusnya sarjana perbuatan itu tidak pantas dilakukan. Jabatan di jabatan publik. Harus memahami perasaan sebagian besar agama Islam. Harusnya menggunakan kata yang tidak menyakiti dan yang santun,” papar Mudzakkir.

Ahok juga dinilai ‘lompat pagar’ saat menyinggung surat Al Maidah ayat 51 dalam pidatonya. Pasalnya Ahok yang non muslim dinilai bermain di ranahnya seorang muslim. Dari situ jelas terlihat ada sifat jahat. “Ahok ini dalam istilah saya ‘lompat pagar’. Di situ criminal intent,sifat jahat terlihat,” pungkas Mudzakkir. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here