Pelaku Penistaan Alquran Masih Misterius

32
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SUKABUMI  – Penulisan dengan kata-kata penghinaan atau penistaan terhadap Kitab Suci Alquran apabila dilakukan seorang muslim merupakan perbuatan murtad. Apabila dilakukan non muslim merupakan perbuatan kafir harbi.

Hal itu merupakan satu dari tiga poin kesimpulan pertemuan antara ulama, umaro, dan umat membahas permasalahan pencoretan Alquran yang ditemukan Gang Ceremai III RW 05, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Menurut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Muh Kusoy, poin kedua yakni kepolisian memiliki kewajiban melakukan penyelidikan, menangkap pelaku dan memeroses sesuai hukum berlaku.

“Poin terakhir, umat dan masyarakat bersikap tetap tentram, damai, dan rukun serta akan mendorong dan membantu aparat penegak hukum dengan memberikan informasi yang positif dan bukti yang nyata. Perwakilan non muslim juga menyampaikan rasa sedih dan empatinya atas kejadian pencoretan Alquran,” kata Kusoy.

Kasus dugaan penghibaan Alquran itu terungkap setelah Edah Wahyuni ketika akan ke warung pada Kamis, 9 Februari lalu, menemukan kantong plastik hitam setelah dibuka ternyata berisi Alquran.

Begitu mengetahui banyak coretan penghinaan, Edah membawa pulang ke rumah dan memberitahukan anaknya. Setelah itu, membawa Alquran itu ke pengurus Masjid Al-Ikhlas diterima Muhammad Romli.

Pada Jumat (10/2/2017), Romli melaporkan kepada ketua RW kemudian menyerahkan kepada MUI Kota Sukabumi. Begitu menerima Alquran tersebut, jajaran MUI Kota Sukabumi pada Senin (13/2/2017), melaksanakan rapat konsultasi internal.

Coretan atau tulisan hinaan dan hujatan di Alquran itu antara lain pada lembaran Asmaul Husna sebelah kanan tertulis “ayat-ayat setan pembodohan” disertai dengan gambar sepasang telapak kaki kaki. Di sebelah kiri tertulis “ayat2 syetan penabur kebencian”. Tulisan lainnya yakni sumber perselisihan perpecahan bangsa, para penganut & pembelanya tidak layak hidup di negeri nusantara tercinta

Untuk mengungkap kasus ini, polisi telah membentuk tim khusus. Namun hingga saat ini pelaku penistaan masih misterius.(Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here