Coblos Pakai Nama Orang Lain, Bawaslu: Pelanggar Diancam 72 Bulan Penjara

23
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Mimah Susanti, menyatakan pelanggar di tempat pemungutan suara (TPS) Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan dapat dijerat tindak pidana pemilu.

Mimah menjelaskan pelaku dapat dijerat UU Pilkada No 10 Tahun 2016  pasal 178 A dengan kurungan penjara maksimal 72 bulan.

Pada TPS 01, Utan Panjang, Jakarta Pusat dan TPS 29 Kalibata, Jakarta Selatan, terdapat dua orang yang kedapat menggunakan hak pilihnya lebih dari sekali dengan menggunakan formulir C6 milik orang lain.

“Kalau pun misalnya terbukti, akan dikenakan pasal 178 A terkait dengan pemilih yang menggunakan hak pilih orang lain. Ini tidak boleh karena di TPS itu dia menggunakan C6 yang bukan miliknya. Ini butuh kajian lebih lanjut. Tapi untuk sementara ini, mengarah kepada tindak pidana pemilu,” ujarnya saat memantau pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 29 Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (19/2/2017).

Dalam dua hari ke depan, Bawaslu akan menentukan sikap terkait pelanggaran tersebut. Mimah mengatakan, saat ini Bawaslu masih mendalami pelanggaran tersebut.

“Ini dalam proses penilaian kita, dua hari ke depan kita akan putuskan. Jadi mohon bersabar dulu,” tutup Mimah. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here