Selain Dibunuh, Kalung Siswi SD Ini Juga Diambil

64
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | LAMPUNG – Petugas Unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat, terus memeriksa MK (12) untuk mengungkap motif pembunuhan terhadap siswi SD Anisa Putri Amelia (12).

“Pelaku yang juga teman sekolah korban mengungkapkan bermula rasa sakit hati dendam sering diejek. Korban dijemput dari belajar kelompok lalu diajak ke semak-semak dan ditusuk 4 kali pakai pisau dapur yang dibawa dari rumah. Setelah korban tewas pelaku mengambil kalung emas korban lalu pulang ke rumah,” ujar polisi yang memeriksa MK.

Tersangka MK siswa kelas 6 SD itu kata Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono mewakili Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono ditangkap di rumahnya sedang terduduk sendiri di kamar. (Baca: Diejek Miskin Siswa SD Bunuh Teman Sekelas)

“Untuk motif sementara MK mengaku kesal dan dendam karena sering diejek oleh korban. Korban melawan maka ditusuk empat kali. Setelah korban tewas kalung korban diambil,” ujar Kompol Hartono Sabtu (18/2) sore ini.

Diduga kuat selain itu juga, motif lainnya karena MK ingin memiliki kalung yang dikenakan korban.

“Akibatnya, korban mengalami empat luka tusuk di tubuhnya, tiga tusukan di tangan dan satu tusukan lagi di dada kiri,”ungkap Harto Agung.

Sebelumnya petugas mendapatkan informasi dari warga adanya penemuan mayat wanita masih kecil penuh luka di tubuhnya di semak-semak pinggiran sungai di Jalan Persada, Gang Alfatah, Kemiling Raya.

“Dari informasi tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi,”kata Harto.

Dari hasil identifikasi tim Inafis Polresta Bandarlampung dan Polsekta Tanjungkarang Barat, mayat wanita tersebut diketahui bernama Anisa Putri Amelia (12) siswi SD, warga Dusun Margorejo, Kurungan Nyawa.

Selanjutnya, petugas membawa jasad korban ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) untuk dilakukan visum. Anisa tewas diduga sebagai korban pembunuhan, hal tersebut berdasarkan keterangan beberapa saksi.

“Anisa terakhir terlihat pergi dari rumah temannya usai belajar kelompok, bersama salah seorang laki-laki yakni teman sekolah korban dan juga tetangga korban. Hasil penyelidikan, petugas mendapati laki-laki yang menjemput Anisa adalah MK. Saat itu juga petugas menangkap MK di rumahnya,”jelasnya.

Korban bersama MK pergi bersama, sedangkan ketiga teman korban pulang ke rumahnnya masing-masing. Ternyata hingga malam, Anisa tidak pulang ke rumahnya. Akibat orang tua Anisa dan warga mengumumkan hilangnya Anisa di masjid. ( Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here