PDIP Dekati Tiga Parpol Pengusung AHY-Sylvi Kecuali Demokrat

45
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah mengakui pihaknya tengah fokus menjalin silaturahmi secara intensif kepada tiga dari empat partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK sekaligus pengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hal ini mereka lakukan dalam rangka memenangkan pasangan Basuki Tjahaja purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilkada DKI 2017.

“Pertama, komunikasi politik DPP PDI Perjuangan dengan tiga partai politik yang posisi politiknya adalah sama-sama partai pengusung dan pendukung pemerintahan Jokowi-JK dalam hal ini dengan DPP PKB, DPP PAN dan DPP PPP telah dilakukan secara intensif sejak Agus Yudhoyono menyatakan diri menerima kekalahannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama,” kata Basarah di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017) sore.

“Komunikasi itu terus berjalan bahkan hari ini Pak Hasto (Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto) meninggalkan konferensi pers ini juga untuk bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa dan juga ketua umum yang lainnya,” katanya lagi.

Sementara terhadap Partai Demokrat, Basarah mengatakan, pihaknya memang tidak membuka komunikasi politik lebih dahulu. Padahal partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merupakan partai terbesar pengusung AHY-Sylvi.

“Kenapa demikian? Karena kita sama-sama mengetahui rakyat Indonesia juga sama-sama mengetahui bahwa standing posisi politik Partai Demokrat sejak awal pemerintahan Jokowi-JK terpilih dan diresmikan sebagai hasil Pemilu 2014 yang lalu telah mendeklarasikan, telah menyatakan dirinya sebagai partai penyeimbang,” pungkasnya.

Oleh karena itu, dia menambahkan, pihaknya menghormati keputusan politik Partai Demokrat. Hal itu, menurutnya, juga untuk menjaga etika politik antar sesama partai politik.

“Kami tidak ingin mengganggu apalagi masuk kepada yuridiksi politik yang menjadi otoritas, otonomi rumah tangga Partai Demokrat. Saya kira di situ letak politik kami secara resmi,” imbuhnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here