Barang Bukti Emas 10 Kg Tidak Dihadirkan, Keluarga Korban Kecewa

67
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | TANGERANG – Keluarga korban penipuan oleh amoy asal Singkawang dan pria asal Tiongkok, kecewa karena barang bukti berupa emas 10 kilogram dan uang Rp 1,7 miliar tidak dihadirkan di persidangan penipuan hipnotis di PN  Tangerang, Kamis (16/2).

“Padahal tempat penjualan emasnya sudah diketahui, kenapa pembelinya belum dihadirkan,” tanya satu keluarga korban, Lianawati, selepas sidang.

Lianawati (60) merupakan korban penipuan tiga amoy asal Singkawang dan cowok asal Tiongkok. Mereka masing-masing Lesli ( 32 ), Bongsiu Lian (36) dan Ajun, amoy asal Singkawang, dan Mei Chin (30),  WNA Tiongkok. Ajun diketahui masih buron dan ditengarai membawa kabur sebagian hasil penipuan.

Peristiwa dimulai ketika komplotan ini mendekati Lianawati dan mertuamya yang berusia   80 tahun di sebuah supermarket di BSD, pada 7 Nopember 2016.

Lesli meminta bantuan Lianawati untul mencarikan bunga mutiara sebagai syarat pengobatan ibunya. Dari mulai penolakan, akhirnya Liana dan mertuanya  berhasil diperdayai dengan total kerugian diakui mencapai Rp 12 milyar, dengan rincian uang tabungan Rp 1, 7 milyar, dan emas seberat 10 kilogram.

Lesli, Bongsiu Lian dan MeiChin berhasil ditangkap polisi pada 22 Nopember 2016.Sedangkan Ajun masih berstatus buron hingga saat ini.Kedua tersangka sempat me ngantar petugas ke tempat emas dijual di sebuah toko emas di Depok.

Dari persidangan diketahui, sejumlah perhiasan  emas dan barang seperti handphone, sepeda motor disita dari terdakwa. Namun disayangkan, barang bukti berupa emas batangan dan uang tidak dihadirkan dalam sidang.

“Saudara terdakwa jangan berbelit-belit, kalau anda menjawab tidak berbelit-belit kan bisaeingamkan hukuman,” ucap Ketua Majelis Hakim, Basana Hutagalung mengingatkan jawaban terdakwa yang berbeda beda pada sidang ke-tiga kalinya itu.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Furqon meminta keterangan sejumlah saksi polisi yang menangkap, dan para pelaku. Pada sidang sebelnya, hak sempat menolak kuasa hukum terdakwa. Namun kali ini terdakwa didampingi kuasa hukumnya , Muhda R dan Rekannya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here