Pengelola Gojek Dilaporkan ke Polda Metro

26
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Setelah diputus hubungan kerja kemitraan secara sepihak oleh PT Go-Jek Indonesia dan kehilangan deposit uang hasil jerih payah yang dikumpulkan dalam rekening akun Driver Go-Jek, belasan mantan pengemudi laporkan management Go-Jek ke Polda Metro Jaya.

Laporan mereka diterima oleh Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan LP/843/II/2017/PMJ/Dit.Reskrimum, tertanggal 17 Februari 2017. Dengan pelapor atas nama Rosikin dan terlapor Kevin Bryan selaku direksi keuangan PT Go-Jek Jakarta atas tuduhan penggelapan dalam jabatan.

Oky Wiratama, kuasa hukum pelapor dari LBH Jakarta mengatakan, tuduhan penggelapan yang dimaksud yakni uang deposit Driver Go-Jek yang tersimpan dalam akun kliennya yang tidak bisa diambil setelah mendapat suspend.

“Dalam akun Pak Rosikin ini ada Rp 4 juta sekian. Ketika akunnya tersuspend atau mati maka uang deposit yang ada diakun tidak bisa diambil atau ditarik,” ujar Oky didepan gedung SPKT Polda Metro Jaya, Jumat, (17/2/2017).

Ia memaparkan, ada ribuan driver Go-Jek yang memiliki masalah yang sama setelah tersuspend namun tidak berani melapor. Rosikin diakuinya sempat mendatangi kantor Go-Jek untuk mencari tahu alasan uang yang menjadi haknya tersebut kenapa tidak bisa diambil.

“Jawabannya selalu by sistem, by sistem, dan by sistem. Tidak dijelaskan oh mungkin karena melanggar apa gitu, bapak pernah masuk kedalam jalur Busway misalnya, by sistem itu apa coba,” katanya.

Sedangkan pihaknya dari LBH Jakarta mengaku sempat mencoba mengajak berunding. Namun, tidak pernah ada itikad baik dari PT Go-Jek Indonesia.

“Sempat kita mencoba mengajak berunding, kita mau menawarkan negosiasi atau mediasi kepada Go-Jek itu, akan tetapi pihak Go-Jek sendiri tidak hadir. Dari Januari februari sudah kami lakukan,” paparnya.

Selain itu menurut Oky, dalam perjanjian baik online atau tertulis tidak ada yang mengatur jika tersuspend maka yang deposit otomatis akan hilang.

“Tidak ada, nanti bisa dilihat dalam perjanjian kemitraannya baik online atau tertulis. Tidak diatur mengenai suspend. Ini kan sepihak padahal statusnya adalah mitra, kalau mitra kan setara horizontal yang ada hanya alasan berahirnya perjanjian kemitraan ,” ungkapnya.

Sedangkan menurutnya, CEO Go-Jek Nadim Makarim juga sempat berjanji pada Oktober tahun lalu jika driver yang tersuspend uang deposit akan aman dan bisa diambil.

Rosikin sebagai pelapor mengaku sempat beberapa kali mendatangi kantor Go-Jek yang berada di Kemang Timur, namun kedatangannya sia-sia karena tidak pernah dijelaskan alasan dirinya mendapat suspend.

“Saya disuspend Tanggal 23 Januari, langsung saya datang dan ditawari banding disuruh tunggu dua hari. Setelah dua hari mendapat SMS banding ditolak, seminggu berikutnya saya baru datang lagi, itu selama berturut-turut empat kali,” tandasnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here