Beli Emas dengan Bilyet Giro Palsu, Lima Pelaku Dibekuk

29
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Komplotan penipu menggunakan bilyet giro palsu untuk membeli emas dan valas diringkus Unit 4 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tiga dari lima tersangka dibekuk di tempat terpisah di kawasan Depok.

Otak pelaku Ncek, 46 disergap saat merancang aksi berikutnya bersama dua rekannya sebagai pelaksana penipuan, Iwan, 34 dan Suyanto, 52. Sedangkan, Deny dan Gondrong langsung menghilang begitu mencium rekannya telah ditangkap.

Dari kawanan ini petugas menyita emas 100 gram, cek palsu, satu bundel nota, slip setoran, tiga KTP palsu, 5 handphone serta beberapa bukti bilyet giro. “Pelaku mengaku tujuh kali beraksi pakai blanko bilyet giro palsu di berbagai daerah termasuk Jakarta,” kata Kasubnit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Supriyanto, Jumat (17/2).

Supriyanto mengatakan terungkapnya kasus penipuan dan penggelapan itu dari laporan pemilik toko emas dan money changer ke polisi.

Dipimpin Kanit 4 Subdit Resmob Kompol Teuku Arsya Khadafi melakukan penyelidikan Hhasil, tiga pelaku akhirnya diringkus.

Arsya menambahkan, dalam menjalankan aksinya pelaku transaksi dengan penjual emas atau valas dan mengaku sudah melakukan pembayaran melalui bilyet giro.

Padahal, bilyet giro itu ditolak karena saldo tidak cukup atau giro palsu. “Pelaku ini menggunakan blanko BG (bilyet giro) palsu. Modusnya, memanfaatkan sistem transaksi pencairan BG. Namun pencairan antarbank,” terangnya.

Menurutnya, pencairan antarbank memiliki jeda waktu satu hari. Namun, bukti atau blanko tanda terimanya langsung diserahkan kepada nasabah. “Tanda terima ini yang digunakan tersangka untuk melakukan penipuan. Tersangka mengaku telah mengorder di money changer atau toko emas batangan,” tukasnya.

Komplotan tersangka, kata Arsya terakhir kali menggondol valas senilai Rp 1 miliar di daerah Kalimantan. Sedangkan di Jakarta sebanyak 3 kg emas dibawa kabur. “Hasil kejahatan mereka bagi dan dipakai untuk foya-foya,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here