Pemegang Kartu Indonesia Sehat Mengaku Ditolak Rumah Sakit

71
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) mengaku ditolak empat rumah sakit di Bogor, Jawa Barat.

Neneng, warga Kampung Cinangneng, Rt 05/02, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mengaku pasrah atas nasibnya yang mendapat penolakan pihak rumah sakit.

Neneng yang menderita sakit tidak buang air kecil selama seminggu ini ditolak dengan alasan kamar penuh.

Keputusasaan korban dan keluarga berakhir setelah ada anggota Relawan Pro Demokrasi (Repdem) Kabupaten Bogor bersedia membantu.

”Pertama saya periksa di RS Leuwiliang, kata dokter, saya harus dirawat inap, Tapi katanya kamar penuh, saya disarankan ke RS Medika Ciampea. Di sana sama kamar juga penuh. Lalu saya disarankan ke RSUD Ciawi. Ternyata sama jawabannya yakni kamarnya penuh. Saya lalu dirujuk ke RS Karya Bhakti Bogor. Di sini juga jawabannya sama, kamar penuh,”kata Neneng kepada wartawan Kamis (16/2).

Orangtuanya lalu bertemu Reza, aktifis yang juga pengurus Repdem DPC Kabupaten Bogor. Reza yang mendengar perjalanan penolakan pihak medis atas Neneng, lalu terpanggil nuraninya untuk membantu.

” Sedih saya mendengar cerita Neneng. Seorang pasien dengan Kartu KiS yang diberikan oleh pemerintah, tapi ditolak dengan alasan kamar penuh. Dimana keadilan itu. Mestinya di periksa dulu dulu di IGD. Kan sudah berat sakitnya Bu Neneng,”kata Reza.

Reza mengaku, dirinya langsung menghubungi Bupati Bogor, Hj Nurhajanti Rabu (15/2) malam usai mendengar keluhan keluarga.Ironinya, beberapa saat dari pembicaraannya dengan Bupati, tiba-tiba pihak RSUD Ciawi menelepon dan mengabarkan, ada kamar tersedia untuk Neneng.

Terkait hal tersebut, kepala RSUD Ciawi, Drg. Hesty , belum memberikan keterangannya. Hesty tidak membalas saat dikonfirmasi melalui celular oleh wartawan.  (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here