Home Kriminal Usut Corat-coret Al-Quran, Polisi Bentuk Tim Khusus

Usut Corat-coret Al-Quran, Polisi Bentuk Tim Khusus

32
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SUKABUMI – Pengusutan kasus pencoretan Alquran dapat perhatian khusus. Untuk menyelidiki kasus ini, Polres Sukabumi Kota membentuk tim khusus yang nantinya bekerja tiap hari.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Mohammad Devi Farsawan menuturkan, tim khusus akan bekerja setiap hari selama 24 jam. Untuk mempercepat penyelidikan, Devi meminta peran serta masyarakat agar segera melapor apabila memiliki informasi.

“Dalam kasus ini, kami sudah memeriksa dua saksi yakni Edah Wahyuni yang menemukan Alquran dan M Romli yang melaporkan kasus itu ke MUI Kota Sukabumi,” terang Devi, Rabu (15/2).

Menurut Devi, polisi juga menjalin koordinasi dengan MUI dan pihak lainya dalam upaya penanganan kasus. Termasuk, terkait rencana pelaporan kasus pencoretan Alquran dari MUI ke polisi.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak terpancing maupun terprovokasi terkait temuan pencoretan Alquran. Kami tengah menyelidikinya dengan membentuk tim khusus,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, Alquran itu pertama kali ditemukan Edah Wahyuni ketika akan ke warung pada Kamis 9 Februari lalu. Di bawah tangga, dia melihat ada kantong plastik hitam setelah dibuka ternyata satu buah Alquran.

Begitu mengetahui banyak coretan penghinaan, Edah membawa pulang ke rumah dan memberitahukan anaknya. Setelah itu, membawa Alquran itu ke pengurus Masjid Al-Ikhlas diterima Muhammad Romli.

Pada Jumat (10/2/2017), Romli melaporkan kepada ketua RW kemudian menyerahkan kepada MUI Kota Sukabumi. Begitu menerima Alquran tersebut, jajaran MUI Kota Sukabumi pada Senin (13/2/2017), melaksanakan rapat konsultasi internal.

Coretan atau tulisn hinaan dan hujatan di Alquran itu antara lain pada lembaran Asmaul Husna sebelah kanan tertulis “ayat-ayat setan pembodohan” disertai dengan gambar sepasang telapak kaki kaki. Di sebelah kiri tertulis “ayat2 syetan penabur kebencian”. Tulisan lainnya yakni sumber perselisihan perpecahan bangsa, para penganut & pembelanya tidak layak hidup di negeri nusantara tercinta”.  (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here