Polisi Tidak Menahan Tersangka Munarman FPI, Ini Alasannya

24
0
SHARE

BHARATANEWS.ID Denpasar РJuru bicara FPI (Front Pembela Islam) Munarman telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan penghinaan pecalang atau satuan keamanan adat di Bali. Pemeriksaan itu berlangsung mulai pukul 09.30 sampai 12.20 di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali pada Selasa, 14 Februari 2017. Setelah menjalani pemeriksaan, Munarman langsung meninggalkan Polda Bali menggunakan mobil Nissan X-Trail warna putih nomer DK 947 FV.

Direktur Reskrimsus Polda Bali Komisaris Besar Kenedy mengatakan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Munarman. “Yang bersangkutan sudah kembali. Kami tidak melakukan penahanan, karena kami tahu yang bersangkutan (Munarman) sangat koperatif,” katanya.

Baca juga: Dituding Menghina Pecalang Bali, Ini Komentar Munarman FPI

Kennedy menjelaskan keputusan penyidik tidak menahan Munarman sesuai pasal 21 KUHAP. “Dia (Munarman) tidak mengulangi, tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri. Kami percaya itu dan yakin sehingga tidak dilakukan penahanan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Bidang Hukum Polda Bali mempersiapkan diri untuk menghadapi praperadilan Munarman. “Sudah ada pemberitahuan surat resmi dari Pengadilan Negeri Denpasar, praperadilan akan dimulai Senin pekan depan,” ujarnya.

Kuasa hukum Munarman, Zulfikar Ramly mengatakan ada 33 pertanyaan saat pemeriksaan kliennya. “Pemeriksaan berjalan lancar, dan kami bersyukur Munarman tidak ditahan. Munarman datang ke sini (Polda Bali) terbukti sebenarnya panggilannya hari ini, tapi dari kemarin malam sudah diperiksa,” katanya.

Zulfikar menjelaskan langkah-langkah tim kuasa hukum selain praperadilan, yakni judicial review. “Kami ajukan (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi. Menurut kami Undang-Undang IT itu untuk transaksi elektronik ketika ada kartu kredit atau akun Facebook di-hack, itu yang kami arahkan ke sana,” ujarnya. “Munarman adalah korban dari diterapkan Undang-Undang ini,” kata dia.¬†tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here