Pemkot Tangsel Tetap Pantau Belajar-Mengajar di SMA/SMK

60
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | TANGERANG – Penyerahan kewenangan penangganan maupun pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari kota/kabupaten ke propinsi bukan berarti melepas begitu saja tapi malah akan terus dipantau serta dimonitor pelaksanaan di lapangan.

“Yang jelas adanya tanggung jawab penyerahan kewenangan dari kota ke propinsi malah menjadi salah satu tugas baru bagi Pemkot untuk terus mengawasi serta memonitor kegiatan belajar dan mengajar di lingkungan SMA dan SMK,” kata Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany didampingi Plt Dinas Pendidikan setempat Taryono di SMK Negeri 3 Tangsel, Selasa (14/2/2017).

Yang jelas Pemkot Tangsel tetap fokus bahkan malah akan lebih memperhatikan kondisi kegiatan belajar dan mengajar di SMA maupun SMK yang ada walaupun kewenangan di tangani Propinsi Banten. Terlebih berkaitan dengan masalah tindak kejahatan kalangan remaja serta peredaran narkoba yang menjadi musuh masyarakat bersama.

Menurut dia, kehadiran dan kedatangan ke SMK N 3 Tangsel hanya untuk mengecek serta melihat secara langsung masalah proses belajar maupun mengajar serta melihat secara langsung sarana maupun prasaran yang ada. Keberadaan SMK N 3 Tangsel yang memiliki tiga jurusan yaitu animasi, teknik sepeda motor dan administrasi perkantoran tentunya harus terus meningkatkan mutu pendidikan aga dapat menciptakan pelajar yang berkualitas di masa mendatang.

Sementara itu, Plt Disdik setempat Taryono, menambahkan Pemkot Tangsel tetap fokus bahkan lebih memperhatikan kegiatan belajar dan mengajar di SMA maupun SMK walaupun kewenangan kini ada di Propinsi Banten. “Kami terus memantau kegiatan tersebut seperti pembenahan infrastruktur pembangunan gedung, penambahan ruang kelas dan penyediaan sarana maupun prasaran berikut kelengkapan sekolah yang ada,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) setempat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heri Istu H, mengatakan masalah narkoba memang harus diantisipasi sejak dini terlebih kalangan pelajar yang sangat rentan terhadap masalah penyalahgunaan narkoba.

“Lebih baik menguhindari narkoba dari pada harus mengobati,” tuturnya yang menambahkan penyuluhan terhadap bahaya narkoab dikalangan pelajar mulai tingkat SD, SMP dan SMA atau SMK secara rutin dilakukan sehingga dapat mengantisipasi terjerumusnya generasi muda terhadap bahaya pemakaian narkoba untuk masa mendatang.  (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here