Polisi Pastikan Pelaku Pungli Bocimi Bakal Digaruk

33
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pembebasan lahan untuk pembangunan proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, bakal segera terungkap.
Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor terus melakukan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi dan bakal segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
Tak hanya warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban pungli yang dimintai keterangan oleh penyidik, tapi para stap Desa Wates Jaya dan pihak Kecamatan Cigombong pun satu persatu diperiksa.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan, menjamin kasus dugaan pungli pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Bocimi di Desa Wates Jaya yang saat ini ditangani jajarannya akan diusut tuntas, dan menyeret para pelakunya kebalik jeruji besi.
Untuk melengkapi berkas penyidikan, kata dia, beberapa orang yang diduga terlibat pungli ataupun pihak-pihak yang mengetahui perbuatan melawan hukum itu sudah menjalani pemeriksaan.
” Pengurus RT, pegawai Desa Wates Jaya dan stap Kecamatan Cigombong telah kami periksa. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap warga penerima UGR (korban, red) guna melengkapi berkas penyidikan,  agar tersangka dalam kasus ini segera bisa ditetapkan,” ungkapnya, Senin (13/02/2017).
Siapapun yang terlibat, kata dia lagi, akan di proses dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya di hadapan hukum. ” Pihak yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan pungli pembebasan lahan untuk proyek tol Bocimi di Desa Wates Jaya akan di proses tanpa pandang bulu dan kasus ini akan diusut tuntas,” tambahnya.
Komitmen jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bogor untuk menyusut tuntas kasus pungli tol Bocimi mendapat apresiasi Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Ia meminta, agar polisi serius dan transparan dalam menangani kasus tersebut supaya kepercayaan publik tetap terjaga, apalagi kasus pungli tol Bocimi saat ini menjadi sorotan.
” Jika tidak transparan publik akan curiga jangan-jangan kasus itu diambangkan atau dibekukan. Polisi harus mengusut tuntas dan transparan,” imbuhnya.
Neta pun kembali mengingatkan agar semua pihak termasuk anggota legislatif yang notabenenya adalah wakil rakyat untuk terus mengawasi jalannya proses penyidikan yang dilakukan penyidik dari Polres Bogor. Bahkan, ia mendesak Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri dan Tipikor Polda Jabar turun tangan alias ikut terlibat dalam penanganannya.
” Kasus ini harus secepatnya diungkap dan pelakunya diseret ke penjara. Bila perlu Bareskrim Polri dan Tipikor Polda Jabar pun turun tangan,” pintanya. (rif/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here