Tak Main-main, Polres Bogor Bakal Ambil Alih ’Pungli Tol Bocimi’

25
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BOGOR – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pada pembebasan lahan bakal Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan tajam berbagai pihak.

Senin(06/02/2017), Polres Bogor mengambil alih kasus yang menghambat pengerjaan megaproyek penghubung Bogor-Sukabumi itu.

“Sudah kami limpahkan ke Polres Bogor. Jadi sekarang Polres Bogor yang menangani kasus ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cigombong, AKP Marup, kepada Radar Bogor.

Dengan begitu, proses pemeriksaan saksi-saksi yang sedianya dilakukan kemarin, urung digelar. Penyidik Polres Bogor akan memanggil kembali para saksi di Makopolres, bilangan Tegar Beriman, Cibinong hari ini (7/2/2017 ).

Mereka adalah staf desa, dan beberapa warga yang menjadi korban pungli.

“Pemeriksaan besok (hari ini, red) di Polres,” tukasnya.

Soal ini, Kabid Humas Mabes Polri, Boy Rafli Amar menginstruksikan jajaran Polres Bogor menangkap serta menindak tegas para pelaku pungli terhadap masyarakat penerima ganti untung lahan tol tersebut.

“Lidik dan tangkap pelakunya. Siapapun yang melakukan pungli, harus ditindak tegas,” katanya, dihubungi Radar Bogor Senin(06/02/2017).

Boy menambahkan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli), pungli pada pembayaran pembebasan lahan Tol Bocimi tidak boleh dibiarkan.

Dia juga menyebut, fee atau komisi terhadap pembayaran pembebasan lahan masuk kategori pelanggaran hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada potongan 10 persen pada pembebasan lahan tol Bocimi oleh oknum aparatur pemerintahan setempat. Korbannya adalah para pemilik tanah yang bakal tergusur oleh pembangunan tol.

”Kalau secara simbolis (duit pembebasan lahan) sebesar Rp29 juta, tapi realisasinya hanya Rp26.100.000 karena dipotong oleh staf desa. Pemberian uang ganti rugi gelombang pertama dilakukan di Kantor BPN Cibinong, penerima yang lain pun sama mendapat potongan,” aku AS (41), salah satu korban.

Duit Rp29 juta itu adalah ganti rugi warung kelontong sekaligus tempat tinggal AS di Kampung Gombong, Desa Wates Jaya, selama ini.

AS mengaku tidak berdaya menghadapi upaya pemotongan itu, karena kartu ATM dan buku tabungan dari Bank BRI khusus penerima ganti rugi miliknya dan warga penerima lainnya dikuasai salah seorang staf desa.

”Buku tabungan baru kami terima setelah dipotong 10 persen. Puluhan warga penerima lainnya pun mengalami hal serupa alias dipotong,” akunya.

Bupati Bogor Nurhayanti mengaku sudah mendengar kabar pungli di pembebasan lahan Tol Bocimi ini.

Yanti -sapaan Nurhayanti- pun berang lantaran saat ini Pemkab Bogor sedang menggalakkan antipungli melalui Satgas Saber Pungli yang telah terbentuk beberapa waktu lalu.

“Saya sudah sampaikan informasi ini kepada tim Saber Pungli. Tidak ada alasan. Tidak boleh ada pungli sama sekali. Saya instruksikan tim Saber Pungli mengusut tuntas hal ini,” tegasnya kepada Radar Bogor.

(radar bogor/all/c/pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here