Home Berita Utama Pelaku Pungli Bocimi Mangkir

Pelaku Pungli Bocimi Mangkir

28
0
SHARE
BHARATANEWS.ID | BOGOR – Proses pemeriksaan oleh penyidik Serse Polsek Cigombong terhadap ES Ketua RT di Kampung Pangatian dan IT salah seorang Staff Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor terkait kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, batal dilakukan karena ES dan IT tidak memenuhi panggilan alias mangkir.
Selain akan melayangkan surat pemanggilan kedua dan upaya paksa kepada pihak yang diduga ikut terlibat pungli, kasus itu pun kini ditangani penyidik dari Polres Bogor agar bisa cepat terungkap.
” Mereka (ES dan IT) tidak memenuhi panggilan penyidik untuk proses pemeriksaan sebagai saksi. Kami akan layangkan kembali surat panggilan, kalau tetap mangkir bisa dilakukan upaya paksa,” ujar Kanit Serse Polsek Cigombong AKP Ma’ruf, Senin (06/02/2017).
Supaya kasus dugaan pungli ini bisa secepatnya diungkap, tambah dia, proses penyelidikan maupun penyidikan akan ditangani oleh penyidik dari Polres Bogor. Harusnya, kata dia lagi, ES dan IT datang ke Mapolsek Cigombong untuk dimintai keterangan sebagai saksi pukul 10:00 WIB dan hasil pemeriksaan akan menentukan status mereka dalam kasus ini.
” Kasusnya akan ditangani penyidik dari Polres Bogor agar bisa cepat terungkap,” tambahnya.
Pakar Hukum dari Universitas Indonesia, Margarito Kamis pun kembali bicara terkait kasus dugaan pungli di proyek pembangunan jalan tol Bocimi tersebut. Ia meminta, aparat kepolisian dalam melaksanakan tugas penyelidikan kasus pungli harus bertindak tegas, dan jangan terkesan pilih kasih. Artinya, siapapun yang terlibat harus ditangkap dan diproses hukum.
” Siapa saja yang terbukti melakukan kegiatan pungutan liar (Pungli) harus ditangkap, karena sudah merugikan masyarakat,” tuturnya.
Agar kasusnya bisa segera terungkap, sambungnya, warga yang menjadi korban pungli di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong harus berani memberikan kesaksian dan tidak perlu takut dengan aksi teror ataupun upaya intimidasi dari para pelaku karena ada lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) yang akan melindungi.
” Polisi harus juga melibatkan LPSK agar saksi korban merasa terlindungi, sehingga berani memberikan kesaksian dalam kasus tersebut,” pintanya.
Terpisah, Asep (41) warga Desa Wates Jaya mengaku, dirinya siap memberikan kesaksian dalam kasus tersebut dan sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi beberapa waktu lalu.
” Saya siap jadi saksi, dan juga minta agar ada perlindungan. Selain saya, masih banyak warga yang menjadi korban pungli dalam pembebasan lahan untuk jalan tol Bocimi,” tandasnya. (rif/jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here