Antisipasi Darurat Sampah, Bogor Giatkan Save Puncak

30
0
SHARE
BHARATANEWS.ID I BOGOR – Kondisi Kawasan Puncak yang masuk gawat darurat bahaya sampah, membuat Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil sikap atau giat Save Puncak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Syaripah Sopiah mengatakan Giat Save Puncak ini melibatkan masyarakat yang tergabung di Konsorsium Save Puncak.
“Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), 18 hingga 21 Februari mendatang kami akan memungut sampah di bagian hulu, yaitu Kawasan Puncak,” ujar Syaripah Sopiah, Senin (06/02/2017).
Bersama Bupati Nurhayanti, Ia menambahkan. Ada 5 titik yang akan menjadi lokasi pemungutan sampah dan pembersihan sungai.
“5 titik itu ada di Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Nanti bersama unsur Muspida dan Muspika, Ibu Nurhayanti akan turun ke hulu Sungai Ciliwung ini,” tambahnya.
Kami tak ingin kegiatan kepedulian lingkungan terhadap Kawasan Puncak ini hanya berhenti dalam mungut sampah, lalu besoknya tetap sembarangan membuang sampah.
“Pemerintah Kabupaten Bogor dibantu Konsorsium Save Puncak sedang membahas program Save Puncak, tidak hanya memungut sampah, tetapi dimulai dari kesadaran dalam membuang sampah ditempatnya,” terang Saripah.
Febri Sastiviani Putri Santika sebagai salah satu pengurus Konsorsium Save Puncak menjelaskan komunitasnya telah mensurvey dan ada 44 titik di daerah aliran Sungai Ciliwung yang harus dibersihkan dari sampah.
“Ada 44 titik daerah aliran Sungai Ciliwung yang harus dibersihkan dari sampah, dan 2 diantaranya sudah kami bersihkan bersama unsur Muspika dan Muspida setempat. Dalam kelanjutan giat Save Puncak, kami juga akan menggandeng masyarakat di lingkungan sekitar dan juga membangun kesadaran wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Puncak,” singkat Uti panggilan akrab wanita berhijab ini.
Kabid Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Atis Tardiyana menjelaskan tiap harinya Kawasan Puncak dan sekitarnya mengangkut setidaknya 40 kubik.
“40 kubik sampah itu kalau hari biasa, dan kalau akhir pekan sampahnya bisa mencapai 55 kubik. Saking banyaknya sampah dari kawasan ini, UPT DLH Ciawi diberikan 18 unit mobil truk dan 1 truk tronton sampah,” jelas Atis.
Ia melanjutkan, pengurangan sampah yang diangkut dari lingkungan masing-masing tidak hanya tugas Pemerintah Daerah, tetapi juga masyarakat.
“Dinas Lingkungan Hidup bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya akan mengedukasi masyarakat untuk mengelola,memilih dan memanfaatkan sampah menjadi hal yang berguna bagi mereka. Kami akan ajarkan kelompok-kelompok masyarakat, untuk membentuk dan menjalankan bank sampah,” tandasnya. [jek/inilahkoran.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here