Apesnya Januari, Lagi Ngitung Duit eh Ditangkap Polisi

131
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I DEPOK – Lagi asik menghitung duit pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu di dalam ruko yang disewanya, Januari (45) malah disuruh pindah ke kantor polisi.

Pada Sabtu (4/2/2017), penyidik Mapolsek Sawangan menjemput Januari di ruko yang beralamat di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Depok, lantaran duit yang sedang dihitungnya adalah duit palsu.

Kanit Reskrim Polsek Sawangan, Iptu Darminto menjelaskan penangkapan Januari merupakan hasil penyelidikan yang bermula dari keluhan warga yang kerap mendapatkan duit palsu di kawasan Sawangan.

“Laporannya seminggu yang lalu, dan setelah itu kami pun mengecek satu persatu konsumen yang mendapatkan upal itu. Semua mengarah kepada salah satu orang yang setiap malam membelanjakan uang itu ke toko moderen dan SPBU. Lalu kami pun mengikutinya sampai menemukan tempat pencetakan upal ini,” katanya kepada kriminalita,com, saat dikonfirmasi.

Darminto mengaku, saat penggerebekan dan penangkapan pengedar dan pencetak upal ini sedikit aneh. Di mana saat tertangkap basah di dalam ruko yang di sewa M Januari tetap santai dan terus menghitung uang palsu tersebut.

Bahkan raut wajah pria ini pun sangat menyakini jika uang yang dibuatnya itu asli. Namun, ketika jajarannya menemukan alat dan mesin pencetak uang itu Januari pun langsung diam.

“Kami seret pelaku masuk ke dalam mobil, karena terus mengelak walaupun barang bukti sudah di dapatkan. Langsung hari itu juga kami bawa ke Polsek untuk diinterogasi. Kami curiga Januari merupakan sindikat upal yang meliki komloptan lain,” paparnya.

Polisi menyita empat ratus lembar uang pecahan Rp50 ribu dan seratus lembar uang pecahan Rp100 ribu serta beberapa komputer jinjing dan sejumlah printer pencetak upal berwarna merah dan biru tersebut.

Dari keterangan pelaku juga diketahui jika upal itu akan diedarkan ke wilayah Jabodetabek.

“Perbandingan Rp30 juta upal pecahan Rp50 ribu dijual dengan harga Rp5 juta, dan untuk Rp20 juta upal pecahan Rp100 ribu dijual kisaran Rp8 juta. Kami juga menduga pelaku terlibat kasus penipuan dengan modus penggandaan uang,” jelasnya.(kriminalitas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here