Home Kriminal Satu tersangka, kasus demi kasus yang menanti Rizieq Shihab

Satu tersangka, kasus demi kasus yang menanti Rizieq Shihab

13
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BOGOR – Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus pelecehan Pancasila. Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal.

Penetapan Rizieq sebagai tersangka berdasarkan hasil rangkaian gelar perkara tahap penyidikan yang dilakukan tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. “Penyidik meningkatkan status Rizieq dari saksi terlapor menjadi tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Yusri Yunus melalui Detikcom, Senin (30/1/2017).

Kasus pelecehan Pancasila mencuat ketika putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoutri melaporkan Rizieq ke polisi pada 27 Oktober 2016. Laporan dibuat di Bareskrim Mabes Polri, tetapi akhirnya dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.

Sukmawati mempersoalkan, ceramah Rizieq yang menyebut “Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.” Sukmawati mengaku tahu pernyataan tersebut dari video berisi ceramah Rizieq di wilayah Jawa Barat. Video tersebut sudah beredar dua tahun lalu.

Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan mengatakan, Rizieq tidak mengakui ucapannya dan menganggap video yang dijadikan barang bukti merupakan video editan. Anton mengatakan video ini sudah dicek di Puslabfor dan kesimpulannya asli.

Selama Rizieq diperiksa, sejumlah massa FPI mendatangi Polda Jawa Barat. Massa FPI ini kemudian bentrok dengan massa kontra Rizieq, Gerakan Mahasiswa Bawah Indonesia (GMBI), yang juga hadir ke lokasi yang sama. Aksi saling lempar batu dan balok kayu tak terelakan.

Satu kasus telah menjadikan Rizieq sebagai tersangka. Ia pun harus menghadapi kasus lain yang dilaporkan ke polisi. Rizieq harus menghadapi gugatan Eddy Soetono, 62 tahun, warga Pondok Gede, Jawa Barat. Eddy anggota Satuan Perlindungan Masyarakat yang sebelumnya tenar sebagai Hansip atau Pertahanan Sipil.

Eddy mengadu ke polisi karena Rizieq melontarkan pernyataan “jenderal berotak hansip”. Pernyataan itu ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dalam silang pendapat ihwal logo Bank Indonesia.

Selain Eddy, Rizieq dilaporkan ke polisi oleh Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet). Rizieq dianggap melakukan fitnah yang meresahkan masyarakat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan mengenai logo Bank Indonesia yang dianggap mirip palu arit.

Rizieq juga harus menghadapi tuntutan dari Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) atas dugaan penodaan agama. Keberatan mereka berpangkal pada pidato Rizieq dalam sebuah acara di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (25/12/2016).

Ketika berceramah di tempat dimaksud, Rizieq mengetengahkan perihal ucapan selamat Natal yang menurutnya tak perlu disampaikan seorang Muslim. Namun, penjelasan Rizieq berkembang dan menyerempet iman umat Kristiani.

Tak hanya laporan akibat pernyataan kontroversialnya, Rizieq juga dilaporkan menyerobot tanah seluas 8,4 hektare di dekat kediamannya, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan laporan diserahkan pada 19 Januari ke Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri.(beritagar.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here