Koster Ingatkan Bahaya Melawan Arus pada Pengguna Jalan di Bogor

43
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BOGOR – Maraknya pelanggaran lalu lintas melawan arah di Jalan Haji Juanda, Bogor, Jawa Barat menggerakkan Komunitas Suzuki Thunder (Koster) untuk menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas di daerah tersebut, Minggu (29/1/2017).

Komunitas yang menjadi Duta Safety Campaign Award (SCA) Adira itu melakukan aksi dengan membentangkan spanduk berisi peringatan bahaya melawan arus, tepat di depan gedung Bogor Trade Mall (BTM). Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan langsung dari pihak Polsek Bogor Tengah.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Sayifuddin Gayo yang ikut memegang spanduk saat aksi berlangsung, mengimbau kepada masyarakat untuk menyadari bahaya melawan arus lalu lintas. Menurutnya, alasan mengejar waktu saat berkendara tidak dapat dibenarkan untuk mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Pengendara yang baik adalah pengendara yang tertib lalu lintas. Jangan karena mengejar waktu terus peraturan lalu lintas dilanggar, seperti melawan arus. Sebaiknya pengendara mengatur waktu yang baik, sehingga tidak perlu melawan arus,” tegas Syaifuddin.

Koster juga didukung oleh Komunitas Grab Independent Bogor (GIB) dan relawan bencana alam dan lalu lintas di Bogor, Mitra Tohaga. Sebagai pihak yang bekerja di jalan raya, para pengemudi ojek online, Grab Bike, juga tergerak untuk mengingatkan keselamatan berlalu lintas kepada pengguna jalan lainnya.

“kami peduli dengan keselamatan berlalu lintas, kami berharap dengan ikut aksi keselamatan dari Koster ini dapat mencegah terjadi pelanggaran lalu lintas dan mengurangi dampak kecelakaan yang bisa berakibat fatal bagi semua pengguna jalan,” ujar Ketua Umum GIB, Danar Jaya.

Mematuhi peraturan lalu lintas harus disadari oleh setiap pengendara kendaraan bermotor, sebab hal itu berdampak langsung terhadap keselamatan diri sendiri. Sangat tidak benar, jika mematuhi peraturan lalu lintas hanya untuk menghindar dari petugas kepolisian.

“Sebaiknya para pengendara motor memikirkan keselamatan diri sendiri itu sebagai suatu kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Jangan karena ada petugas Polisi, taat aturan lalu lintas, begitu polisi tidak ada, berani melanggar lalu lintas dengan melawan arus yang membahayakan diri sendiri dan pengendara lain,” imbau Ketua Umum Koster, Rully Wisaksono. (rls/NM/naikmotor.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here