Ke Kawah Ratu, Pengusaha Asal Belitung Tewas

33
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BOGOR – Reuni dengan melakukan pendakian gunung merenggut korban jiwa. Ruslan (54) alumni Universitas Pelita Nasional Yogyakarta meninggal dunia di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (28/1) malam.

Korban dan temannya berada di kawah Ratu di Gunung Salak. Diduga, warga Kampung Melayu Gang Rambutan, Kelurahan Bukitmerapin, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Bangkabelitung, itu meninggak akibat serangan jantung.

Informasi yang dihimpun Radar Bogor (Group Pojoksatu), sebelumnya, pendakian ke Gunung Salak sempat ditutup karena cuaca buruk. Namun, korban dan 13 orang temannya mengklaim dari Inspektorat Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang akan mengecek jalur pendakian. Pendakian mereka pun tetap dilaksanakan.

Setelah insiden yang merenggut nyawa pria yang bekerja sebagai pengusaha itu, diketahui ternyata kegiatan tersebut merupakan acara reunian. Para alumni ini bermaksud temu-kangen seraya menikmati panorama alam dibukit Gunung Salak, tepatnya di Kawah Ratu dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Roslan tiba-tiba terkapar dan pinsan di tengah-tengah acara. Teman-temannya kaget bukan kepalang. Korban langsung dibawa turun menuju Puskesmas Cidahu. Namun, sesampai di Puskesmas Cidahu, korban sudah tidak bernafas.

“Tadi sempat ke Puskesmas Cidahu, tapi tidak ada perubahan. Tak lama dari situ, kami langsung bawa ke sini (RSUD Sekarwangi),” ujar salah satu teman korban, P Caesar kepada wartawan di luar ruangan Kamar Mayat RSUD Sekarwangi kemarin.

Setiba di RSUD Sekarwangi, nampaknya korban tak bisa diselamatkan. Diduga, Roslan menghembuskan nafas terakhirnya saat masih dalam perjalanan menuju Puskesmas Cidahu.

“Kami tidak menyangka beliau akan seperti ini. Padahal, saat berangkat dan tadi pagi, kondisinya masih sehat bugar,” katanya dengan menahan kesedihan.

Sementara itu, Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah menyatakan, berdasarkan pemeriksaan tim medis rumah sakit, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan. “Kuat dugaan, korban mengalami serangan jantung. Karena, berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya ciri-ciri kekerasan pada tubuh korban,” singkatnya.

Kapolsek Cidahu, AKP Simin A Wibowo menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga korban, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Pihak keluarga lebih memilih pasrah dengan nasib yang menerima Roslan. Rencananya, korban akan dibawa pihak keluarga ke Kampung halamannya untuk dikebumikan.

“Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis rumah sakit, tidak ada bekas kekerasan. Pihak keluarga menolak untuk diotopsi dan memilih membawa jenazah korban ke Kampung halamannya di Bangkabelitung,” singkatnya.

(ren/yuz/JPG/pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here