Jual tanah pakai akta bodong, MA dipolisikan pembeli

52
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I DEPOK – MA (46) diamankan petugas Polsek Sawangan, Depok, Jawa Barat, dalam kasus dugaan penipuan dengan korban Nurokhman. Kejadian bermula ketika Nurokhman akan membeli tanah namun diketahui jika akta yang diberikan adalah palsu.

“Jadi sekitar bulan Mei 2011 tersangka ini menjual sebidang tanah di Kelurahan Duren seribu RT 01 RW 04 Kecamatan Bojongsari seluas 890 m2 kepada korban seharga Rp 150 juta. Sebelumnya pelaku meyakinkan tanah tersebut adalah miliknya dan tidak bersengketa,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho, Senin (30/1).

Setelah keduanya sepakat dan korban juga telah menyetujui harga yang ditawarkan, maka korban pun mengecek lokasi. Sempat juga diadakan pengukuran dan setelah setuju kemudian mereka sepakat pembayaranya bertahap.

“Awalnya bayar Rp juta 140 juta ditambah satu sepeda motor merek Honda Beat,” tambahnya.

Setelah itu, pelaku memberikan akta jual beli. Kemudian keganjalan mulai dirasakan korban. Setelah lima bulan transaksi selesai, korban ingin membuat sertifikat tanah tersebut.

“Tapi ternyata petugas kelurahan mengatakan tanah tersebut bukan miliknya dan akta jual beli itu palsu,” ungkapnya.

Merasa ditipu, korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Sawangan. Korban buat laporan tanggal 26 Januari 2017. Tersangka sudah ditangkap dan petugas Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 378 KUHP.

“Ancamannya empat tahun penjara,” pungkasnya.

[cob/merdeka.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here