Cerita Seniman di Balik Kecantikan Jalan Layang Antapani Bandung

3828
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BANDUNG – Tidak hanya unggul dari sisi kegunaan dan konstruksi yang dibangun lebih murah dan cepat, Jalan Layang Antapani Bandung juga memikat secara visual.

Mengapa? Tidak seperti kebanyakan jalan layang lainnya, Antapani melewati serangkaian proses desain yang dipercayakan kepada John Martono.

John merupakan seniman lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang karyanya dikenal di berbagai belahan dunia, mulai dari Korea Selatan, Jepang, Jerman, Taiwan, Berlin, China, dan masih banyak lagi.

Ciri khas karyanya adalah desain abstrak di atas sutera sebagai kanvasnya.

Lalu, bagaimana proses desain Jalan Layang Antapani yang sempat disebut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai jalan layang tercantik di Indonesia?

Kepada KompasProperti, John menceritakan proses menghias jalan layang yang menggunakan potongan ubin warna-warni tersebut.

“Prosesnya, saya mulai dengan survei lokasi. Saya coba ngerasain sendiri lingkungan di sekitar rencana fly over pagi, siang dan malam sekitar 3 hari,” ujar John, Rabu (25/1/2017).

Kemudian, dia mulai membuat konsep bagaimana masyarakat merasa nyaman dan bisa menikmati badan jalan layang setelah dihias.

John juga memikirkan elemen bentuk, warna dan komposisinya. Lalu, ia membuat beberapa alternatif desain pada kertas-kertas.

Jembatan Pelangi Antapani di Bandung. Gambar diambil Selasa (24/1/2017).(Arimbi RamadhianI)

Files berbagai lukisan koleksi pribadi dibuka satu persatu dan mulai dibuat komposisi yang pas untuk alternatif desain,” kata John.

Proses digital desain pada komputer dilakukan oleh asisten desain.

Setelah beberapa alternatif kemudian dipilih sendiri yang paling pas. Desain ini pun disesuaikan dengan ukuran berdasarkan luas sesungguhnya jalan layang.

Selanjutnya, secara teknis John membuat perhitungan untuk keperluan sketsa di badan jalan layang.

“Lalu saya mulai mencari keramik yang pas dengan desain. Saya juga cari cat berwarna sama dengan desain,” tutur John.

Proses selanjutnya adalah membuat plot gambar berdasarkan ukuran meter persegi badan jalan layang.

Pembuatan plot ini berbentuk aksen kaca baja anti-karat, untuk diproduksi massal di vendor.

Kaca anti-karat ini dibuat untuk memberikan kesan yang berbeda pada malam hari dengan bantuan sorot lampu di bagian tengah.

Jembatan Pelangi Antapani di Bandung. Gambar diambil Selasa (24/1/2017).

Files berbagai lukisan koleksi pribadi dibuka satu persatu dan mulai dibuat komposisi yang pas untuk alternatif desain,” kata John.

Proses digital desain pada komputer dilakukan oleh asisten desain.

Setelah beberapa alternatif kemudian dipilih sendiri yang paling pas. Desain ini pun disesuaikan dengan ukuran berdasarkan luas sesungguhnya jalan layang.

Selanjutnya, secara teknis John membuat perhitungan untuk keperluan sketsa di badan jalan layang.

“Lalu saya mulai mencari keramik yang pas dengan desain. Saya juga cari cat berwarna sama dengan desain,” tutur John.

Proses selanjutnya adalah membuat plot gambar berdasarkan ukuran meter persegi badan jalan layang.

Pembuatan plot ini berbentuk aksen kaca baja anti-karat, untuk diproduksi massal di vendor.

Kaca anti-karat ini dibuat untuk memberikan kesan yang berbeda pada malam hari dengan bantuan sorot lampu di bagian tengah.

Jembatan Pelangi Antapani di Bandung. Gambar diambil Selasa (24/1/2017).

“Pembuatan desain tiang lampu supaya berbeda dengan tiang lampu pada umumnya, seolah bergerak dengan desain asimetris,” imbuh John.

Sementara itu, untuk tiga kolom jalan layang, dibuat desain sederhana dengan permainan warna senada pada setiap kolomnya.

Saat ini, seperti yang terlihat di lokasi, ketiga lorong untuk kendaraan dihiasi tiga warna, yaitu hijau, biru, dan merah.(kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here