Cerita Jokowi Soal Perjuangan Aji untuk Bisa Sekolah ini Viral, Netizen Merinding Membacanya

47
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BOGOR – Postingan Presiden Joko Widodo tentang perjuangan anak dari Bogor bikin haru netizen Indonesia.

Postingan itu diunggah Jokowi pada Kamis (26/1/2017). Di sana dia bercerita kalau bocah bernama Muhammad Aji Wahyudi itu nyaris putus sekolah karena minim biaya.

Walau demikian, semangatnya untuk belajar sangat tinggi. Simak perjuangan Aji tersebut lewat postingan Jokowi di bawah ini:

Muhammad Aji Wahyudin tak pernah mengenal ayah kandungnya. Ia baru lahir ketika sang ayah berpulang, 14 tahun lalu.

Ia beruntung, ibunya tetap tegar, menyekolahkan Aji dari hasil bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sekitar rumahnya di Bogor.

Tapi hanya sampai tamat SD, dua tahun kemarin. Untuk lanjut ke SMP, keluarga ini tak sanggup lagi.

Aji tak hilang akal. Ia ke Jakarta, sendirian, dan menumpang tinggal di salah satu ruang gedung sekolah milik Yayasan PKBM Miftahul Jannah di kawasan Pisangan Lama, Jakarta Timur.

“Saya jadi marbot masjid. Tugas saya bersih-bersih ruangan milik yayasan,” katanya.

Dengan cara itu ia bisa melanjutkan sekolah di kelas Kejar Paket B yang setara dengan SMP, dan meretas jalan menuju cita-citanya sebagai guru. Begitulah.

Hari ini saya bertemu Muhammad Aji (berdiri paling kanan) dan teman-temannya, lebih dari 2.800 anak yatim piatu dari berbagai sekolah se-Jabodetabek di Kemayoran, Jakarta.

Untuk mereka yang tinggal di berbagai panti asuhan ini saya membagikan Kartu Indonesia Pintar — kartu yang dapat digunakan untuk membeli sepatu, buku-buku, dan pakaian seragam.

Tahun ini, pemerintah akan membagikan 17,9 juta KIP untuk siswa dari keluarga miskin dan yatim piatu dari sekolah, panti-panti sosial dan panti asuhan.”

Muhammad Aji Wahyudin tak pernah mengenal ayah kandungnya. Ia baru lahir ketika sang ayah berpulang, 14 tahun lalu. Ia beruntung, ibunya tetap tegar, menyekolahkan Aji dari hasil bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sekitar rumahnya di Bogor. Tapi hanya sampai tamat SD, dua tahun kemarin. Untuk lanjut ke SMP, keluarga ini tak sanggup lagi.
Aji tak hilang akal. Ia ke Jakarta, sendirian, dan menumpang tinggal di salah satu ruang gedung sekolah milik Yayasan PKBM Miftahul Jannah di kawasan Pisangan Lama, Jakarta Timur. “Saya jadi marbot masjid. Tugas saya bersih-bersih ruangan milik yayasan,” katanya. Dengan cara itu ia bisa melanjutkan sekolah di kelas Kejar Paket B yang setara dengan SMP, dan meretas jalan menuju cita-citanya sebagai guru.
Begitulah. Hari ini saya bertemu Muhammad Aji (berdiri paling kanan) dan teman-temannya, lebih dari 2.800 anak yatim piatu dari berbagai sekolah se-Jabodetabek di Kemayoran, Jakarta. Untuk mereka yang tinggal di berbagai panti asuhan ini saya membagikan Kartu Indonesia Pintar — kartu yang dapat digunakan untuk membeli sepatu, buku-buku, dan pakaian seragam.
Tahun ini, pemerintah akan membagikan 17,9 juta KIP untuk siswa dari keluarga miskin dan yatim piatu dari sekolah, panti-panti sosial dan panti asuhan.
Foto: Biro Pers Setpres

Nah, membaca kisah itu. Netizen pun langsung bereaksi. Postingan itu jadi viral.

Sudah 2.032 netizen yang membagikannya.

Selain itu, 2.103 kali oleh netizen juga turut mengomentari kisah inspiratif ini.

“Mantap pak.. Hidup ini harus berjalan terus !” tulis seorang netizen mengomentari status itu.

“Membacanya bikin saya merinding,” tulis netizen yang lain mengomentari postingan yang sama.

Ya, begitulah Aji. Dia bekerja keras untuk bisa melanjutkan pendidikan. Lalu, bagaimana dengan kita?

(tribunnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here