Home Berita Utama Bus Tujuan Jateng & Jatim Sudah Pindah ke Terminal Pulogebang

Bus Tujuan Jateng & Jatim Sudah Pindah ke Terminal Pulogebang

23
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I JAKARTA – Perusahaan otobus (PO) tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah pindah ke Terminal Pulogebang. Ini sesuai instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) yang melarang bus jurusan Jateng dan Jatim mengangkut penumpang dari Terminal Pulogadung.

Pantauan Metrotvnews.com, PO jurusan Jateng dan Jatim sudah tak tampak di Terminal Pulogadung. Di terminal tersebut hanya ada PO tujuan Sumatera, Jawa Barat (Jabar), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Terminal Pulogadung, Joni Budi mengatakan, nantinya PO Sumatera dan NTB akan dipindah ke Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Untuk bus tujuan Jabar, secara bertahap akan dipindahkan ke Terminal Pulogebang.

“PO Jateng sama Jatim sudah tidak ada lagi. Kalau PO tujuan Jabar seperti Luragung dan Satya Negara  secara bertahap pindah. Tinggal nunggu SK (surat keputusan) pemberangkatan (pindah) dan solusi yang diberikan untuk pindah,” kata Joni kepada Metrotvnews.com di kantor Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (28/1/2017).

Dia menyebut Terminal Pulogadung, nantinya, hanya akan memobilisasi penumpang tujuan dalam kota dan antarkota. PO tujuan Jabar, Sumatera, dan NTB ditargetkan mulai pindah pada 1 Februari 2017. Menurut Joni, PO meminta agar di Terminal Pulogebang disediakan feeder dan terminal bayangan dihapus.

“Yang bus Jabar nanti akan diderek (paksa) ke Terminal Pulogebang. Kalau sampai tanggal yang sudah ditetapkan tak juga pindah baru diberhentikan izin operasinya,” tuturnya.

Sudaryanto, pengemudi bus PO Laju Utama tujuan Sukabumi, berhara pemerintah benar-benar membenahi Terminal Pulogebang. Feeder atau angkutan penyuplai ke Terminal Pulogebang agar  segera beroperasi dan selama 24 jam.

“Agar nanti kalau penumpang turun di Terminal Pulogebang saat tengah malam tidak bingung untuk sampai ke rumahnya. Begitu juga saat penumpang yang mau ke Terminal Pulogebang, dia harus ada angkutan ke sananya,” tukas Sudaryanto.

Helmi, pengemudi bus PO Satya Negara tujuan Kuningan, mengeluh Terminal Pulogebang masih sepi penumpang. Kata dia, sepinya terminal berkelas internasional tersebut karena penumpang masih memilih berangkat dan turun di terminal bayangan.

“Sebaiknya terminal bayangan sudah tidak ada lagi, baru kami mau pindah,” tegas Helmi.

Pemerintah terus berupaya agar PO tujuan Jateng dan Jatim untuk tidak mengangkut dan memberhentikan penumpang di terminal bayangan. Untuk memuluskan langkah itu, Kemenhub  mengeluarkan surat edaran dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) agar setelah 28 Januari tidak ada bus beroperasi di terminal bayangan.

Tidak hanya melarang, Kemenhub mengancam memberikan sanksi kepada bus yang membandel dengan membekukan izin trayek. Jika masih ada yang melanggar, Kemenhub tak segan membekukan izin PO.

Ada 21 terminal bayangan tersebar di Jakarta Barat sebanyak tujuh lokasi, Jakarta Timur lima lokasi, Jakarta Utara tiga lokasi, Jakarta Selatan lima lokasi, dan Jakarta Pusat lima lokasi.

(TRK/metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here