Home Wilayah Depok Tentang Studi Merdeka Buatan Guru Dika yang Ditolak SMAN 13 Depok

Tentang Studi Merdeka Buatan Guru Dika yang Ditolak SMAN 13 Depok

25
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I DEPOK – Pihak SMAN 13 Depok memutasi guru sejarah yang berstatus honorer, Andika Ramadhan F, ke bagian tata usaha perpustakaan. Kepala SMAN 13 Depok Mahmad Mahpudin sebelumnya mendapat aduan dari wali murid soal kelompok studi yang dibuat Andika.

“Mulai terdengar itu sejak Desember 2016, karena ada orang tua siswa yang bilang bahwa anaknya suka minta uang untuk belajar kelompok bersama guru,” ujar Mahmad saat ditemui detikcom di kantornya, kemarin (26/1/2017).

Kelompok tersebut bernama Studi Merdeka. Mahmad lalu mengumpulkan orang tua murid yang anaknya ikut kelompok studi buatan guru Dika tersebut. Sejumlah siswa yang terlibat juga dipanggil oleh Mahmad.

“Iya saya memanggil, saya tanya kepada siswa kegiatannya apa saja dalam Studi Merdeka itu. Siswa jawab katanya hanya disuruh nonton film tentang pendidikan Finlandia dan nyanyi-nyanyi bersama. Orang tua siswa juga ada yang protes karena anaknya jadi berubah semenjak ikut Studi Merdeka. Katanya anaknya jadi suka melawan. Tapi sekarang semua sudah kondusif lagi,” tutur Mahmad.

Kelompok studi tersebut memiliki akun instagram bernama @studimerdeka. Ditengok detikcom pada Jumat (27/1), tak banyak foto-foto kegiatan yang diunggah ke media sosial tersebut.

Sebagian besar foto yang diunggah adalah sejumlah siswa yang memegang kertas bertuliskan penolakan terhadap pungutan liar dan harapan mereka terhadap dunia pendidikan. Ada pula dokumentasi kegiatan merapikan sekretariat Studi Merdeka dan beberapa diskusi.

“Selasa, 20 Desember 2016. Diskusi tentang perencanaan ke depan untuk kelompok studi merdeka. Alhamdulillah, kelompok studi merdeka ini selalu aktif dalam hal berdiskusi. Sudah banyak manusia manusia yang join untuk mengikuti diskusi-diskusi. Ksm ini (kelompok studi merdeka) ini tidak hanya cuman berdiskusi tetapi menerapkan hasil diskusi-diskusi tersebut. Sebagai pelajar, kita harus melawan! Kalo kata my friend Wijhi Thukul sih ‘jangan kau penjarakan UCAPANMU jika kau menghamba pada KETAKUTAN kita akan memperpanjang barisan PERBUDAKAN’. -1963- forever,” tulis akun @studimerdeka.

detikcom kemudian mengontak Andika melalui sambungan telepon. Andika, atau yang akrab disapa Dika, bercerita tentang tujuan didirikannya Kelompok Studi Merdeka yang tidak diketahui pihak SMA 13 Depok pada awalnya.

“Iya itu benar kok, tidak diketahui sama sekolah. Karena memang bagi saya sekolah sangat membatasi ruang antara guru dengan murid. Ini yang saya heran, justru ketika guru dekat dengan murid itu buat saya satu kesempatan buat Kepsek jadi bisa kontrol perkembangan murid dari guru-gurunya,” kata Dika.

Dika menyebut kedekatan guru dengan murid tak bisa muncul di sekolah. Guru yang dekat dengan murid di sekolah dianggap hal yang aneh, kata Dika.

“Padahal buat saya guru itu bukan hanya pengajar, tapi juga pendidik yang bisa meluangkan waktunya untuk murid,” ungkap Dika.
(bag/fjp/detik.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here