KEREN… Lihat Deh, Lapangan Sempur Bogor Serasa Alun-alun Bandung

74
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I BOGOR – Setelah hampir tujuh bulan ditutup, karena proses revitalisasi. Tak lama lagi, Lapangan Sempur akan kembali bisa digunakan publik.

Dijadwalkan lapangan yang dipermak dengan biaya Rp2,2 miliar tersebut akan diresmikan pada 5 Februari mendatang.

Meski begitu sejumlah kekurangan masih harus disempurnakan seperti, penataan parkir, pengaturan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan juga keamanan .

“Tidak akan kita operasionalkan Lapangan Sempur jika masalah PKL, parkir dan keamana matang,” ujar Walikota Bogor Bima Arya seusai memimpin Rapat Persiapan Peresmian Lapangan Sempur di Taman Ekspresi, Rabu (25/01/2017).

Nantinya,  Lapangan Sempur hingga Lapangan Basket akan menjadi zona zero PKL. Para PKL akan direlokasi di dekat Lapangan Basket yang akan ditata menjadi food court.

Lalu soal penataan parkir, untuk roda empat tidak boleh parkir di sekitar Taman Ekspresi. Sebagian besar akan diarahkan parkir di dekat Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Sempur.

Kemudian roda dua, masih diperbolehkan parkir di depan Taman Ekspresi itu pun dengan catatan hanya satu baris saja.

“Kami juga akan bicara dengan Sempur Park akan diupayakan kerjasama untuk tempat parkir disana,” tambahnya.

Soal keamanan akan ada petugas tambahan 50 orang, Park Ranger (penjaga taman). Pihaknya juga akan melibatkan Paguyuban Warga Sempur yang akan sama-sama mengatur Lapangan Sempur agar tidak ada aktivitas atau kegiatan berat.

Masyarakat pun tidak lagi bisa bermain bola sembarangan, jika ada yang menggunakan sepatu bola semisalnya akan diminta keluar.

“Untuk rumputnya impor dari luar, Bermuda namanya. Anggarannya ini tidak besar, total rumput  Rp200 juta. Kalau total revitalisasi Lapangan Sempur seluruhnya Rp2,2 miliar. Angka ini termasuk minim dari rencana awal yang idealnya Rp5 miliar,” klaimnya.

Kerap disama-samakan dengan alun-alun Bandung, Bima menampik jika kedua lapangan tersebut sama. Terutama dari fungsi rumputnya yang seluruhnya menyerap secara sempurna.

“Kalau disana kan enggak menyerap sempurna, masa di Bogor pake sintesis (rumput;red),” katanya lagi.

Soal banyaknya PKL musiman yang datang ke Lapangan Sempur, menurut Lurah Sempur Rena Da Frina ada permintaan  PKL yang kerap menggunakan sepeda motor dan  mobil untuk diperbolehkan berjualan.

“Mereka minta kesediaan kita boleh atau tidak, mengizinkan mereka, jadi dagangnya asongan, tidak akan menggunakan jalan raya. Tapi itu pun malam hari dan malam minggu saja, hari biasa tidak. Itupun masih bertanya boleh atau tidak, kan masih ujicoba,” singkatnya.

(radar bogor/wil/c/pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here