Home Wilayah Bogor Walikota Bogor Ngamuk, Menunggu Penataan PKL sampai Kiamat!

Walikota Bogor Ngamuk, Menunggu Penataan PKL sampai Kiamat!

21
0
SHARE

BHARATANEWS.ID IBOGOR – Sudah saatnya Pemkot Bogor memikirkan cara baru dalam penataan pedagang kaki lima (PKL).

Jika formula yang itu-itu saja, yakni berupa penertiban dan penertiban, itu hanya menjadi solusi semu. Hari ini ditertibkan, besok, atau minggu depan PKL sudah menjamur lagi.

Seperti yang terjadi Rabu (25/01/2017). Belum juga sebulan ditertibkan, PKL sudah kembali menjamur di kawasan Pasar Kebon Kembang Blok C dan D.

Kondisi itu tak ayal membuat Walikota Bogor Bima Arya “mengamuk” saat melakukan Inspeksi Mendadak (sidak), siang Rabu (25/01/2017).

Ia mendapati para PKL kedapatan berjualan di trotoar, bahkan ada beberapa PKL yang berjualan di tengah jalan di depan Blok C dan Blok D.

Bersama Kepala Satpol PP Herry Karnadi dan sejumlah anggotanya, Suami Yane Ardian itu membongkar  paksa lapak-lapak PKL yang didominasi oleh para pedagang buah.

Menggunakan pisau milik salah seorang PKL, Bima memutuskan tali-tali yang digunakan para PKL untuk memasang tenda yang terbuat dari terpal itu.

Tidak cukup sampai di situ, barang dagangan mereka pun langsung diangkut menggunakan satu truk milik Satpol PP untuk diamankan.

Kepada wartawan koran ini, Bima menuturkan, kawasan Pasar Kebon Kembang merupakan jalur alternatif masyarakat yang enggan melewati jalur Sistem Satu Arah (SSA) yang seharusnya dalam keadan steril.

“Tahun lalu sudah kita sterilkan, tetapi karena fokus di pusat kota, Pasar Bogor, BTM dan sekitaranya jadi kendor. Ketika saya cek sudah berantakan lagi, karena itu saya minta supaya jangan kendor lagi,” imbuh Bima.

PKL kata dia, bukan lagi berjualan di bahu jalan, melainkan di tengah jalan sehingga menyumbat kendaraan yang ingin melintas.

Pihaknya meminta untuk segera ditertibkan dan jika ada informasi beking, maka akan ditindak tegas.

“Saber pungli akan beraksi disini, kalau ada yang setor, kalau ada yang mungut, saya peringatkan jangan main-main, karena kita serius membenahi transportasi, ini kan jadi jalur macet,” tegasnya.

Indikasi adanya beking, sambungnya, sebab mengarah dari banyaknya laporan dari masyarakat bahwa pedagang setor ke sejumlah oknum. Hal ini akan dilacak serta sudah dilaporkan ke Kapolresta Bogor Kota.

“Kalau ada yang di pinggir-pinggir kita atur, nanti kita tata, agak mundur sedikit. Tapi kalau di tengah-tengah jalan, tidak ada ampun. Masa berjualan di tengah jalan,” lirihnya.

Soal sistem pengawasan, Bima menjelaskan, karena pasukan dikonsentrasikan di tengah kota maka akan berkurang di Pasar Kebon Kembang.

Ia meminta untuk dibersihkan lagi di lokasi tersebut sambil menunggu tambahan 150 personil dari Sat Pol PP yang nantinya akan ditempatkan di lokasi rawan PKL.

“Untuk parkir, sudah kita tata, lalu sudah ada koordinasi dengan paguyuban pedagang,” tukasnya.

Masalah penataan PKL memang masalah yang tidak pernah ada solusinya. Apalagi jika melihat data di Dinas Koperasi dan UMKM tercatat ada 4.129 PKL yang tersebar di 73 titik kota hujan.

Dari jumlah itu, hanya 14 titik PKL yang sudah ditata.

(radar bogor/wil/c/pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here