Pengembangan Pariwisata Depok ‘Jalan di Tempat’

88
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I DEPOK – Kurangnya sinergitas antara pemerintah dan elemen terkait sektor pariwisata kurang berkembang dengan baik.

Pengembang pariwisata di Depok dianggap tidak dapat berkembang dengan baik. Pasalnya, kurang adanya sinergitas antara stakeholder dengan pemerintah maupun warga sipil setempat.

Menurut Pengamat Pariwisata dari Universitas Pancasila, Fahrurozy Darmawan, pengembangan pariwisata di Kota Depok sangatlah potensial. Hanya saja, lanjutnya, masih ada beberapa faktor penghambat yang menjadikan sektor pariwisata kota ini ‘jalan di tempat’.

“Salah satu faktornya adalah sinergitas. Pandangan saya sinergitas antara akademisi, investasi, pemerintah, komunitas dan media yang masih sangat kurang. Pemerintah seperti berjalan sendiri. Itu menghambat perkembangan pariwisata di Depok,” ungkap Fahrurozy saat berbincang dengan infonitas.com, Selasa (24/1/2017).

Pria yang juga dosen fakultas pariwisata Universitas Pancasila ini menambahkan, penetapan sektor pariwisata sebagai salah satu dari lima sektor prioritas pembangunan andalan perekonomian Indonesia tentu punya manfaat terhadap perkembangan perekonomian daerah, termasuk Kota Depok.

“Sebagai daerah penunjang dan berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, aksesibilitas yang baik, serta tersebarnya banyak sumber daya alam pariwisata, itu menjadi modal lebih pemerintah dapat mendorong perkembangan pariwisata Kota Depok. Untuk potensi, bisa pengembangan distrik kreatif dengan konsep tematik, jalur wisata heritage karena nilai historis cukup banyak. penguatan komunitas kreatif di kota depok juga wisata alam seperti setu atau danau,” tandasnya.

Ia mencontohkan, Kota Bandung bisa menjadi benchmark karena karakteristik perkotaan dan kampus yang mendukung dan komunitas kreatifnya hampir mirip dengan Depok. “Infrastruktur sudah baik, hanya perlu fokus kepada pengembangan produk pariwisatanya,” kata dia.

Untuk tampil sebagai daerah unggulan, lanjut Fahrurozy, daerah tidak harus melulu mengandalkan investasi. Terbukti di beberapa daerah pengembangan pariwisata yang bersifat buttom-up berhasil menjadi daerah yang maju dari sektor pariwisata.

“Sebab Pengembangan pariwisata mempunyai karakteristik yang unik. Untuk itu pengembangan pariwisata harus dibutuhkan jiwa kreatif dalam melakukan inovasi. Di samping itu, pengembangan yang mengikutsertakan dan memberdayakan masyarakat sebagai aktor utama,” bebernya.

“Ada yang perlu diperhatikan juga. Salah satu faktor utama dalam pengembangan pariwisata adalah pertama, brand image. Brand image yang kuat akan memberikan dorongan bagi calon wisatawan untuk memutuskan daerah mana mereka akan berkunjung,” pungkasnya.(infonitas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here