Home Berita Utama Lagi, Kasus Sengketa Tanah Kembali Terjadi di Kelurahan Tegal Gundil Kecamatan Bogor...

Lagi, Kasus Sengketa Tanah Kembali Terjadi di Kelurahan Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara

28
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kasus sengketa tanah yang terjadi di Kelurahan Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara kembali terjadi. Warga dari tiga RW di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, mengirimkan surat permintaan kepada Pemkot Bogor, Polres Bogor Kota, dan Kodim Surya Kencana, guna meminta perlindungan baik hukum maupun keamanan terkait adanya klaim dari pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah seluas 2 hektare.

Dalam isi surat permintaan tersebut, warga mengaku gerah dengan bentuk intimidasi yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman. Masyarakat mengklaim bahwa mereka sudah tinggal puluhan tahun di atas tanah tersebut, yang dibeli melalui jual beli sah secara hukum.

Camat Bogor Utara, Atep Budiman membenarkan adanya surat permintaan yang ditandatangi oleh 100 warga dari tiga RW, yakni RW 01, 17, dan 18.

“Iya kami menerima surat tersebut, kemarin ada sekitar 30 warga yang datang ke kantor Kecamatan, dan saya sudah menyerahkannya kepada Walikota Bogor Bima Arya sekaligus melaporkan situasi terkini”, ujar Atep seperti dilansir dari Bogor Online, Jumat (20/1/17).

Di sisi lain Salah satu Muspika Tegal Gundil menegaskan, “Mohon masing-masing menahan diri, semua permasalahan pasti selesai. Intensitas penduduk yang ada di situ kurangi dan  tidak ada kegiatan sama sekali di sana, bila ada penduduk yang ada di situ tolong laporkan ke RT- RW yang datang berapa?, biar terdata penduduk yang menjaga di sana, yang jelas jangan berbuat ulah” tegasnya.

Dedi perwakilan dari ahli waris menuturkan, ”kalau berbicara data dan dokumen ahli waris memiliki semua, kami tidak ada urusan dengan warga maupun penghuni, kami hanya berurusan dengan pihak-pihak yang ada didalam dokumen”, tuturnya.

Dedi juga mengeluhkan bila ada keputusan yang di ambil sebelah pihak dan lambatnya penanganan kasus sengketa dari pejabat setempat.

“Kenapa tidak di mediasi dulu? Pertemukan pihak ahli waris dan yang bermain biong yang ada disana, dan kami pun pergi” ujarnya saat rapat di kecamatan bogor utara bersama Camat Bogor Utara, Kapolsek Bogor Kota dan Danramil setempat.

Pada saat para pejabat dan Aparat meninjau lokasi sengekta, Camat Bogor Utara Atep Budiman didampingi oleh Kapolsek Bogor Utara, dan Danramil beserta aparat-aparat setempat, Atep menghimbau agar semua pihak menahan diri.

“Kami akan pastikan  dulu semua informasi yang ada, yang pasti kami akan coba bantu sesuai batas kemampuan kita bersama dengan Muspika untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut. Apakah bisa  dilakukan melalui mediasi ataupun akhirnya  melakukan proses hukum. Yang penting jaga Suasana tetap kondusif”, ungkapnya.

Warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengharapkan keberadaan pihak yang mengaku sebagai ahli waris tersebut untuk tidak meresahkan warga.

“Yang kita harapkan bukan karena tanahnya, kami hanya inginkan mereka pada pergi, dan kita tak pernah mempersalahkan tanah, tapi yang kami resahkan adalah keberadaan mereka disini yang meresahkan warga”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here