Home Wilayah Bogor Kodim Siap Lindungi Masyarakat Tegal Gundil dari Intimidas

Kodim Siap Lindungi Masyarakat Tegal Gundil dari Intimidas

17
0
SHARE

BHARATANEWS.IDBogor – Ratusan warga di tiga RW pada Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara telah mengirimkan petisi kepada Polresta Bogor Kota, Pemkot, DPRD, dan Kodim 0606 untuk meminta perlindungan atas permasalahan sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanah seluas 2 hektare.

Hal itu dilakukan lantaran disinyalir adanya intimidasi dari sekelompok massa. Kodim 0606/Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota tapi Kodim 0606 siap untuk membela warga apabila diintimidasi.
Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Inf Mukhamad Albar mengaku belum mengetahui adanya petisi tersebut. Atas dasar itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Koramil Bogor Utara.
“Akan kita konfirmasi ke Koramil Bogor Utara. Kalau itu terjadi akan ada rapat pembahasan. Yang jelas intimidasi tak boleh dilakukan dalam penyelesaian masalah,” ungkapnya kepada INILAH, Senin (23/1/2017).
Letkol Inf Mukhamad Albar menegaskan, apabila intimidasi tersebut benar-benar terjadi, maka pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota untuk melindungi masyarakat sekitar.
“Kalau ada, kami akan segera koordinasikan, masyarakat harus dilindungi. Karena untuk penyelesaian masalah tidak boleh adanya unsur kekerasan. Salah benar bisa dibuktikan dengan kelengkapan dokumen ataupun bukti-bukti yang bisa menunjukkan mana pemilik yang sah,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor dapil Bogor Utara, Jatirin mendesak Pemkot Bogor segera berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota guna menyikapi permasalahan tersebut.
“Warga sudah berkeluh kesah kepada pemimpinnya, ya seharusnya secepatnya direspon. Sebab, kondisi di lapangan sudah meresahkan. Memang kalau yang mengadu langsung kepada saya belum ada, hanya sempat waktu itu saya ngobrol-ngobrol biasa,” jelas politisi PKB itu.
Jatirin menegaskan, camat, lurah, walikota, BPN, dan Polresta Bogor Kota harus segera turun ke lapangan untuk melihat situasi secara langsung dan memanggil pihak-pihak terkait.
“Tanah itu memang sengketa, sudah ada tiga pihak yang mengklaim. Saya kurang begitu mengetahui ikhwal permasalahan tersebut. Kalau ada pihak yang mengklaim punya tanah dua hektar. Berarti tanah Pemkot juga masuk di dalamnya karena kan ada Taman Palupuh serta keramat Ciung Wanara,” pungkasnya. (INILAHKORAN.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here