SDN Sindang Rasa Lakukan Praktek Penjualan LKS

67
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Larangan terhadap penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di dunia pendidikan khususnya di Kota Bogor telah diberlakukan.

Meski demikian, penjualan LKS didalam lingkungan sekolah masih saja berlangsung. Hal tersebut membuat gerah orang tua siswa lantaran pihak sekolah telah melanggar aturan dari pemerintah.

Seperti halnya di SDN Sindang Rasa, Tajur, Kota Bogor diduga telah melakukan pelanggaran melakukan praktek penjualan LKS langsung dari pihak sekolah kepada orangtua murid.

Salah seorang orang tua murid kelas 3 di SDN Sindang Rasa berisinial AY yang tidak ingin disebutkan namanya mengeluh dengan adanya praktek jual beli LKS di Sekokah tersebut.

“Kita diwajibkan untuk membeli buku LKS sebesar 102.000 rupiah per semester untuk kelas 3”, keluhnya.

Padahal sudah ada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 yang mengatur bahwa guru dan petugas dinas pendidikan dilarang menjual LKS. Namun, praktik jual beli LKS masih saja berlangsung di SDN Sindang Rasa.

Orang tua siswa tersebut mengatakan tidak ada bukti tagihan tertulis ataupun bukti pembelian LKS dari sekolah.

“Dari sekolah tidak ada surat tertulisnya untuk orang tua murid yang menyuruh membeli LKS. Hanya dengan lisan saja. Dan bukti pembelian LKS pun tidak dikasih dari sekolahan”, tuturnya.

“Ada buku LKS ada uang, ga ada uang ga ada buku LKS, itu kata guru disekolah waktu kita disuruh membeli LKS”, tambahnya.

Dengan diwajibkannya murid membeli LKS, secara otomatis orang tua siswa dikomplain oleh anak agar memiliki LKS.

“Otomatis kita sebagai orang tua di komplain sama anak, harus punya buku LKS. Anak saya bisa nangis kalau ga ada buku LKS. Mau belajar pake apa dia? Mau ga mau ya saya harus beli”, ujarnya.

Tidak hanya kelas 3 SD, tetapi dari kelas 1 sampai kelas 6 semua diwajibkan untuk membeli LKS.

Jika memang benar, pihak Pemkot Bogor telah mengucurkan dana sebesar 2 milyar untuk bantuan LKS di Sekolah Dasar Negeri Kota Bogor, lalu untuk apa pihak sekolah menjual LKS kepada Muridnya?

SDN Sindang Rasa kelas 1 sampai kelas 6 berjumlah 12 kelas dan masing – masing kelas kurang lebih berjumlah 40 siswa untuk kelas A dan B yang jika ditotal keseluruhan jumlah murid di SDN sindang Rasa kurang lebih sebanyak 480 murid.

Untuk penerbit buku LKS, SDN Sindang Rasa mengambil dari perusahaan penerbit dari CV yang berbeda – beda. Salah satunya adalah CV. arya Duta.
Pada saat dikonfirmasi ke pihak CV tersebut, penjualan 1 buku LKS seharga 6.500 rupiah.

“Untuk orang tua siswa, harga 1 buku LKS 6.500 rupiah”, ujar Vera karyawan CV. Arya Duta.

Sedangkan pihak Sekolah menjual buku LKS sebesar 102.000 rupiah untuk 10 buku LKS.

Seksi Bendahara SDN Sindang Rasa membenarkan dengan adanya penjualan LKS dilingkungan sekolah.

“Kita hanya membantu permintaan dari komite kelas yang meminta untuk diadakannya LKS”, tuturnya kepada bharatanews.

Bendahara juga membenarkan SDN Sindang Rasa telah mendapatkan bantuan dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Untuk LKS sebanyak 5 mata pelajaran buku LKS.

“Dari dana BOS memang ada dibayarkan untuk LKS, tapi tidak semua, hanya 5 mata pelajaran saja”, ujarnya.

“Kami juga tidak memaksa dan mewajibkan orangtua siswa membeli LKS, resikonya kalau gapunya LKS, ya nulis yang dari papan tulis, kalau punya LKS langsung nulis di Buku. Ini cuma permintaan orang tua murid sendiri untuk membantu murid belajar dirumah”, ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Edgar Suratman mengatakan, alokasi anggaran dari APBD senilai Rp. 2 miliar itu untuk mencegah praktik jual beli buku LKS oleh pihak sekolah yang kerap kali dikeluhkan orangtua siswa. Sementara ini, kebijakan LKS gratis diutamakan bagi siswa SD kelas III hingga kelas VI.

“Kalau anggarannya cukup, semua siswa akan dibebaskan pembelian LKS. Kalau tidak cukup dana, ya berarti kelas III sampai VI dulu,” kata Edgar, Jumat (8/1/2016).(lipnam)

“Dengan program LKS gratis, pihak sekolah dilarang membebankan biaya tersebut kepada orangtua siswa, jika masih ada sekolah yang berani, pasti dijatuhi sanksi tegas. Semua sekolah tidak boleh menjual LKS. Dan, kelas 1 tidak diwajibkan menggunakan LKS”, pungkasnya.¬†(jat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here