Tikus Pangan yang menjadi Rahasia Umum

84
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Bukan lagi rahasia umum aturan yang kerap dipermainkan banyak terjadi di sektor penyaluran beras bersubsidi yang biasa di sebut Raskin, penebusan beras yang terjadi di titik distribusi melebihi nominal HET harga eceran standar Rp.1600, dimana TB ( titik bagi) untuk para warga yang berpendapatan rendah kerap menjadi bulan-bulanan oknum tikus pangan ini.

Roy sebagai Kepala Dinas Sosia kabupaten bogor pun angkat bicara terkait penyaluran raskin ini.

“kita akan periksa kenapa mereka terjadi seperti itu dan pihak dinas sosial pun menegaskan Yang jelas kita tidak memperbolehkan”, ujarnya.

Kadis Dinsos pun menghimbau bila masyarakat menemukan hal serupa terkait penebusan beras raskin melebihi harga eceran standar Laporkan dan nantinya bila menemukan kejanggalan dan tak masuk akal pihak dinas sosial sendiri akan bersinergi dan melimpahkan ke pihak Inspektorat untuk di periksa.

Terkait penebusan beras dan beberapa penyelewengan aturan yang kerap ditemukan antara pengkonversian penyaluran beras yang dimana ukuran Kilogram ke Liter, dan penerapan yang salah atas Harga Eceran Tertinggi, dalam ulasan Desa Rabak Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor , dinsos sendiri akan memeriksa hal yang terjadi di lapangan. Dan bilamana pengambilan kebijakan atas dasar musyawarah desa, disarankan jangan lah ambil terlalu tinggi.

Dan bilamana di temukan alasan atas dasar musyawarah desa dimana titik distribusi yang seharusnya di kelurahan atau di kantor desa di limpahkan ke RT ataupun RW sehingga biaya ada biaya yang tidak teranggarkan, disarankan dalam Musrimbangdes , resiko biaya angkut,pelastik dll, harus masuk ke APBDES, jadi TIDAK akan ada ALASAN lagi untuk membebankan masyarakat miskin. (Ry/Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here