Wijaya Karya Bernafsu Serok Rp100 T Kontrak Baru Tahun Depan

95
0
SHARE

BHARATANEWS.ID I JAKARTA – Pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah membuat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) optimistis dapat meraup kontrak jumbo┬ápada tahun depan. Tak tanggung-tanggung, Wijaya Karya menargetkan pertumbuhan kontrak hingga 26,3 persen.

Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo menjelaskan, target kontrak pada tahun 2017 sebesar Rp102,93 triliun. Total kontrak tersebut terdiri dari target kontrak baru sebesar Rp74,8 triliun dan kontrak yang dibawa dari tahun ini (carry over) sebesar Rp28,17 triliun.

“Proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah banyak sekali misalnya saja jalan tol, tol Lampung-Palembang, lalu Medan sampai Riau, terus dari Jakarta sampai Pasuruan, banyaklah,” ungkap Bintang, Kamis (22/12).

Sementara, kontrak yang diperoleh Wijaya Karya hingga minggu kedua bulan ini telah mencapai Rp82,3 triliun. Perolehan tersebut diatas estimasi raihan kontrak yang dipatok perusahaan tahun ini sebesar Rp81,5 triliun.

Menurut Bintang, peningkatan tersebut berasal dari adanya total kontrak baru pada Desember ini menjadi Rp53,6 triliun. Di mana jumlah tersebut setara dengan pertumbuhan kontrak hingga 112,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi perolehan kontrak baru pada periode yang sama tahun lalu Rp25,22 triliun.

“Ini semakin membuat kami yakin untuk meraih laba bersih hingga Rp940 miliar hingga akhir tahun,” imbuh dia.

Bintang memaparkan, beberapa proyek yang diperoleh hingga pekan kedua bulan ini tersebut diantaranya, konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung, LRT DKI Jakarta, Jalan Tol Gempol Porong, Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) II, Bendungan Cipanas I, Pembangunan Hotel, dan Perkantoran serta Convention Hall Grup Puncak Surabaya.

Tak hanya itu, perusahaan juga mendapar proyek berupa Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Automatic People Mover System Bandara Soekarno Hatta, Renovasi Velodrome, Bendungan Kuwil Manado, Review Design Oecusse, Rusun Atlet Kemayoran, Flyover Semanggi, Flyover Kramasan, dan Jaringan Gas Prabumulih.

Lebih lanjut Bintang menjelaskan, tahun depan sendiri perusahaan telah mengkomposisikan asal raihan kontrak. Pihaknya memproyeksikan kontrak tahun depan berasal dari pemerintah sebesar 29,8 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40,3 persen. (gir/gen/cnnindonesia.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here