Ketua DPR Apresiasi Kinerja Aparat Keamanan

118
SHARE

BHARATANEWS.ID I JAKARTA – Ketua DPR RI Setya Novanto mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang senantiasa siap siaga 24 jam dalam menjamin rasa aman masyarakat dari berbagai kekhawatiran yang setiap saat mengintai.
Hal ini disampaikannya terkait kabar penemuan bom aktif di dua rumah kontrakan dan empat tersangka teroris yang tiga orang diantaranya tewas saat digrebek oleh petugas kepolisian, di Kelurahan Setu Tangerang Selatan, Banten. Selain bom di Tangerang Selatan, juga ditemukan bom disebuah bengkel mobil di Payahkumbuh Sumatera Barat dan aparat berhasil menangkap tersangka atau terduga teroris di sana.

“Petugas kepolisian nampaknya tidak tidur untuk menjamin agar segala aktivitas warga berjalan baik, lancar, tenang dan damai. Bahkan saya melihat Kapolda Metro Jaya, M. Iriawan berada di garis terdepan tempat kejadian perkara memimpin langsung penanganan bom. Beliau baru saja menelepon saya, untuk memberitahu perkembangan terakhir kejadian ini,” apresiasi Novanto, dalam rilisnya, Kamis, 22 Desember 2016.

Di satu sisi, ia menyayangkan segelintir orang yang juga seolah tidak pernah usai memberi rasa cemas dan mengancam kehidupan manusia, warga negara khususnya Rakyat Indonesia. Mereka tidak pernah usai menunjukkan bahwa mereka hadir dengan cara-cara yang tidak benar, tidak simpatik dan tidak berperikemanusiaan.

“Kita harus tetap waspada, sebagaimana imbauan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian yang menyatakan bahwa potensi dan ancaman bom masih berkeliaran di sekitar kita. Mereka mungkin ada di sekitar kita, tidak kita sangka dan duga. Tidak kita ketahui. Segera laporkan ke petugas kepolisian jika melihat orang-orang atau kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan,” pesan Novanto.

Politisi F-PG itu juga mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat, untuk senantiasa menjalankan komitmen nasional, yakni komitmen sebagai anak bangsa yang menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman perpecahan dan ancaman pemahaman radikal. Ia berharap, program deradikalisasi dengan berbagai bentuknya harus senantiasa digalakkan dan disuarakan serta di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, radikalisme memasuki dan mengintai setiap sendi masyarakat yang rapuh akan paham kemanusiaan, goyah akan pentingnya persatuan dan kesatuan serta kebhinnekaan, sehingga wajib bagi seluruh warga negara Indonesia untuk selalu ingat dan mengingatkan atas komitmen tersebut.

“Kita harus menujukkan kepada diri kita sendiri, kepada sesama kita, kepada generasi masa depan bahwa radikalisme adalah ancaman nyata dan serius. Melawannya harus dengan dukungan yang melibatkan seluruh komponen bangsa dengan seluruh sumber daya yang kita miliki,” tegas politisi asal dapil NTT itu.***(pikiran-rakyat.com)