Polisi Cari Pelaku Lain

59
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KRIMINAL – Aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng menangkap lima orang yang diduga melakukan perusakan dan penganiayaan di restoran Social Kitchen, Jalan Abdulrachman Saleh, Setabelan, Banjarsari, Solo, Minggu (18/12).

Edi Lukito (53), warga Gandu, Sawahan, Ngemplak, Boyolali ditangkap di depan Lapangan Sumber, Jalan Letjen Suprapto, Solo, Senin (19/12) sekitar pukul 23.40, Hendro Sudarsono (39), ditangkap di rumahnya di Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Selasa (20/12) sekitar pukul 02.00. Lalu, Joko Sutarto (50), ditangkap di rumahnya di Kusumodilagan, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, sekitar pukul 02.10 menyusul Suparno alias Yusuf (57), ditangkap di rumahnya di Pringgolayan, Serengan, Solo, sekitar pukul 02.30 serta Suparwoto alias Salman Alfarizi (53), ditangkap di Jalan Slamet Riyadi, Kartosuro, Solo, sekitar pukul 05.42.

Selain itu, aparat juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku yang lain. Mereka terus mengembangkan kasus tersebut. Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono mengatakan, kelima pelaku langsung menjalani pemeriksaan yang dilakukan Subdit Keamanan Negara dan Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

”Kelima orang tersebut masih kami periksa. Tentunya akan didalami termasuk mereka dari mana,” ungkapnya saat ditemui usai melakukan rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (20/12) siang

Adapun, lanjut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kebenaran terkait dugaan tindakan tersebut dan siapa dibalik kejadian yang membuat sembilan orang yang berada di restoran tersebut terluka. ”Ada lima wanita dan empat pria yang berada di restoran tersebut terluka akibat pukulan,” jelasnya.

Disinggung terkait kronologis kejadian tersebut Condro Kirono membeberkan, kejadian bermula saat sekolompok orang yang berjumlah sekitar 20 hingga 30 orang dengan mengendarai sepeda motor mendatangi restoran untuk melakukan sweeping.

Pelaku Lain

Mereka yang mengenakan jubah dengan wajah tertutup itu langsung masuk ke restoran tersebut hingga diduga melakukan pengrusakan dan penganiayaan terhadap orang yang saat itu berada di restoran tersebut. ”Motifnya karena mereka tidak senang dengan restoran tersebut yang beroperasi hingga batas waktu operasional (larut malam-red),” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya juga sudah memerintahkan kepada Kepala Bagian Operasional di seluruh Kabupaten dan Kota untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan wali kota atau bupati terkait izin restoran atau cafe dan batas waktu operasional.

”Harus jelas dan tentunya bersama Satpol PP untuk penertiban izin operasional. Kami juga sudah sampaikan kepada Kapolres untuk terus melakukan langkahlangkah preemtif bersama-sama MUI, FKUB bersama-sama menjaga dan bertoleransi dengan umat agama lain,” ujarnya. Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarot Padakova menambahkan, lima orang yang ditangkap tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

”Ini masih tahap pemeriksaan,” jelasnya. Dari hasil pemeriksaan sementara diduga ada orang lain yang diduga terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum tersebut. ”Masih terus kami kembangkan, tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain,” jelasnya.

Terkait sanksi apa yang akan dikenakan, Djarot membeberkan, kalau mereka terbukti bersalah maka akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. ”Karena dilakukan bersama-sama maka kami kenakan Pasal 170 KUHP,” ujarnya.(K44,G2-96)(suaramerdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here